inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Manohara, Simalakama Cinderella

Headline
Oleh: Vina Ramitha & Asteria
Senin, 1 Juni 2009 | 07:29 WIB
INILAH.COM, Jakarta- Pernikahan dengan pangeran tampan dari sebuah kerajaan, tampaknya tidak melulu menjadi dongeng indah bak kisah cinderella. Kisah Manohara seakan menjadi bukti nyata dari pahitnya hidup. Kasusnya pun kini masih bergulir dan kian memanas.

Manohara Odelia Pinot, model cantik asal Indonesia, akhirnya berhasil membebaskan diri dari berbagai pelecehan seksual dan penganiayaan fisik dari suaminya, yang juga Pangeran Kesultanan Kelantan, Tengku Muhammad Fakhry.
Dalam jumpa pers yang digelar di Kantor Laskar Merah Putih, Kawasan Roxy, Jakarta, Minggu (31/5) kemarin, Mano menuturkan penyiksaan yang dilakukan suaminya. Tak hanya disuntik dan dibius, Mano mengaku pernah disilet bagian dadanya dan mendapatkan perilaku seks menyimpang.
"Setiap hari Mano nggak bisa tidur, paling lama empat jam. Senang bisa meninggalkan kamar khusus yang menyeramkan itu," tutur Mano yang ditemani ibunya, Deasy Fajarina.

Minggu (31/5) pagi pukul 07.30 WIB, perempuan kelahiran 28 Februari 1992 itu tiba di Jakarta dari Singapura dengan pesawat DA 378. Suasana penuh haru pun tampak di Bandara Internasional Soekarno Hatta, mewarnai kepulangan Manohara.

Kisah kaburnya Mano, demikian ia akrab disapa, tidak kalah seru dengan film-film aksi. Agen Khusus FBI, Kedubes AS dan KBRI Singapura turut terlibat dalam upaya pembebasan Mano. Kedubes AS dilibatkan sebab ayah Manohara, George Mann, berkewarganegaraan AS.

Kesempatan itu datang saat keluarga Kesultanan Kelantan bertolak ke Singapura pada Sabtu (30/5) karena sang Sultan mengalami serangan jantung dan dirawat di negeri Singa itu. Mendengar kabar tersebut, Daisy pun berniat menjemput sang putri.

Sayangnya, keluarga Kelantan mendengar rencana itu dan buru-buru pulang ke negeri mereka. Tak kehilangan akal, Mano memencet-mencet tombol darurat lift di lantai tiga Hotel Royal Plaza Singapura hingga polisi datang. Ia pun berhasil bertemu ibunya disana.

Tak terlintas sedikitpun di benak Daisy saat menikahkan Mano dengan Fakhry pada 26 Agustus 2008 silam. Hingga suatu hari Mano menghubunginya via telepon dan menceritakan penyiksaan yang dilakukan Fakhry kepadanya dengan suara pilu dan derai air mata.

Berita Manohara sempat menggegerkan dunia pers tanah air, setelah Daisy membeberkan tindak kekerasan atas putrinya yang dilakukan pangeran dari negeri jiran. Berita ini mendapat respon dari berbagai pihak. Paras ayu Mano pun tak kalah menarik simpati masyarakat luas.

Sebelum kejadian ini, akhir tahun 2008 lalu, Mano sebenarnya sempat kabur dan pulang ke Indonesia. Permintaan keluarga Kelantan agar Mano kembali pun ditolak. Namun, hati Daisy luluh ketika Fakhry mengajak keluarga besar mereka umroh ke Mekkah.

"Waktu itu Mano, saya dan keluarga diajak umroh. Ternyata saat di Jeddah, semuanya sudah diatur. Mereka jalan duluan ke bandara dan menculiknya dengan pesawat pribadi. Saya yang belum naik pesawat ditinggal," kenang Daisy.

Komunikasi antara ibu anak pun hanya bertahan hingga 10 hari selanjutnya, sebelum akhirnya diputus sepihak. Daisy yang berusaha mengunjungi Mano di negeri jiran itu pun mendapat pencekalan. Merasa kasus ini di luar kendalinya, Daisy pun melapor ke pihak berwajib dan kedubes RI sehingga pencekalan itu bisa dicabut.

Namun, Daisy tetap tidak berhasil menemui putrinya di Malaysia. Ia justru diberitakan menikahkan Mano yang masih di bawah umur dengan Fakhry dengan alasan harta. Hal ini karena ia telah menerima barang-barang senilai Rp 5 miliar serta apartemen seharga Rp 10 miliar. Daisy membantah tudingan itu, dan mengatakan kerelaannya bila semua barang itu diambil kembali.

Terkait pernyataan Duta Besar RI di Kuala Lumpur Dai Bachtiar yang sempat memastikan kondisi Manohara baik-baik saja, Mano berharap mantan Kapolri itu dipecat, sebab ia merasa telah dibohongi. "Pecat Dubes RI untuk Malaysia. Dia fitnah saya juga. Dia bilang Mano di Kualalumpur baik-baik saja. Padahal Mano di Kelantan sedang menderita," tukasnya.

Banyak pelajaran berharga yang bisa dipetik dari kejadian ini. Meski Mano telah kembali ke pangkuan ibu pertiwi dan ke pelukan ibu kandungnya, kasus ini masih terus bergulir. Keadilan harus ditegakkan, yang bersalah mendapat ganjaran dan pihak yang tertindas harus dibela.

Oknum-oknum pemerintah Indonesia pun harus mendapat perhatian khusus. Sikap para abdi masyarakat yang mengangap enteng persoalan para WNI di tanah seberang, sebaiknya ditindaklanjuti secara tegas. Pasalnya, kelambanan dan ketidakpedulian mereka berpotensi besar menjadi akar skeptisme masyarakat terhadap tugas dan tanggungjawab pemerintah.

Kisah bahagia bak Cinderella dan pangerannya yang tampan, sepertinya hanya terealisasi pada satu dari seribu pernikahan di dunia nyata. Sisanya, mungkin hanya bisa dinikmati sebagai dongeng pengantar tidur. [E1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.