INILAH.COM, Kansas Walaupun pengguguran kandungan alias aborsi menjadi hal yang legal di Amerika Serikat, hal ini tidak membuat kalangan yang kontra berdiam diri. Bahkan, seorang dokter yang dikenal sering menangani aborsi, ditembak hingga tewas, di depan sebuah gereja di Kansas, Mingu (31/5).
Dr George Tiller, 67, seperti dilansir BBC, tewas di Reformation Lutheran Church, Wichita, Kansas, pada Minggu (31/5), pukul 10.00 waktu setempat. Menurut polisi, pelaku pembunuhan adalah seorang pria berkulit putih.
Pengacara Tiller, Dan Monnat, menyebut kliennya ditembak saat mengikuti misa pagi di gereja tersebut. Usai menembak, pelaku langsung melarikan diri dengan menggunakan sebuah mobil. Sejumlah media lokal menyebut pelaku telah ditemukan dan ditahan polisi.
Peristiwa itu terjadi dua pekan setelah Presiden Barack Hussein Obama berpidato seputar isu aborsi di salah satu universitas Katolik di AS. Obama menyatakan aborsi tetap menjadi hal yang legal di AS. Hal itu demi mengurangi angka kehamilan yang tidak diinginkan.
Tiller memang dikenal karena telah lama menjadi dokter yang biasa menangani aborsi pada janin berusia lanjut. Ia sering menjadi sasaran unjuk rasa dan dia sempat mengalami penembakan pada 16 tahun yang lalu.
Sejak 1972 pengguguran kandungan dianggap legal di Amerika Serikat. Namun, gerakan-gerakan militan antiaborsi yang menamakan diri Pro-Life tidak pernah menyetujui hal itu. [nuz]