INILAH.COM, Batam- Operator telekomunikasi mengeluhkan kenaikan tarif listrik di atas 300% yang diberlakukan PLN Batam. Operator mengancam, telepon rumah, selular dan internet dari dan ke Batam akan putus jika tarif listrik tidak turun.
"Kalau listrik diisolir, perangkat mati. Kalau mati, semua repot. Jangan sampai semua layanan telepon, SMS dan data di seluruh Batam mati," kata General Manager Kandatel Telkom Riau Kepulauan, Mulyanta mewakili pimpinan sembilan operator telepon seluler yang beroperasi di Batam, Senin (1/6).
Ia menjelaskan, PLN Batam menaikan tarif listrik operator di atas 300% sejak rekening April 2009. Namun kenaikan sepihak itu ditolak operator telepon Telkom, Fleksi, Telkomsel, Indosat, 3, XL, Fren, Esia dan Axis.
Sedangkan, berdasarkan peraturan PT PLN Batam, jika tidak membayar tagihan listrik dua bulan berturut-turut, maka aliran diputuskan pada bulan ke tiga.
"Kami sepakat hanya bersedia membayar tagihan sesuai sebelum kenaikan," kata Mulyanta.
Ia mengatakan sebelumnya tarif listrik tiap optic network unit Telkom sebesar Rp 700 ribu per unit per bulan, namun sekarang naik sampai Rp 2,2 juta per unit per bulan.
Begitu pula tarif listrik BTS, naik dari sekitar Rp 2 juta per unit per bulan, menjadi Rp7-9 juta per unit per bulan, dimana berdasarkan data Depkominfo, di Batam terdapat sekitar 400 BTS dari seluruh perusahaan telepon selular.
Sementara Head of Branc Indosat Batam Harris Purwanto mengatakan, pihaknya telah melayangkan surat keberatan kepada PT PLN Batam, namun belum dijawab.
Sementara itu, General Manager Regional Sales and Customer Service Telkomsel Sumbagteng, Gatut Hadi Widodo mengatakan kenaikan tarif PLN itu tanpa sosialisasi lebih dulu sehingga mengagetkan konsumen.
"Tidak ada sosialisasi. Tidak ada good will PLN," kata dia yang mengetahui adanya kenaikan tarif dari tagihan listrik.
Sebelumnya, kata dia, pada Oktober 2008, tarif PT PLN Batam juga naik 40%, namun perusahaan telepon selular tidak berkeberatan.
Di tempat terpisah Sekretaris Perusahaan PT PLN Batam I Wayan Jasmin mengatakan tidak mengetahui adanya kenaikan tarif hingga 40%. "Saya belum tahu, biar saya tanya ke orang pelayanan dulu," kata dia.[*/ito]