INILAH.COM, Jakarta Bank Indonesia menegaskan BI rate masih tetap berpeluang turun dengan tetap terjaganya inflasi pada bulan Mei sebesar 0,04%.
Hal itu dikatakan oleh Pejabat Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur BI, Miranda S Goeltom saat rapat kerja Panitia Anggaran DPR yang juga dihadiri Menkeu Sri Mulyani, Senin (1/6).
"Dengan inflasi yang terus menurun, ruang untuk menurunkan BI rate semakin terbuka," katanya.
Miranda mengharapkan dengan penurunan suku bunga acuan tersebut akan turut menurunkan suku bunga di pasar seperti bunga kredit sehingga mendorong sektor riil.
Bank Indonesia tercatat sudah menurunkan BI rate mencapai 225 basis poin penurunan BI rate sejak Desember 2008 hingga Mei 2009. Namun, perbankan baru menurunkan bunga kredit sebesar 16 persen. Pada Rabu (3/6) BI akan mengumumkan kebijakan terkait suku bunga acuan BI rate.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Hartadi A Sarwono juga mengungkapkan hal yang sama. "Masih ada ruang untuk turun seiring dengan inflasi yang menurun," katanya.
Badan Pusat Statistik hari ini mengumumkan inflasi pada Mei hanya mencapai 0,04 persen, sehingga Januari-Mei inflasi hanya 0,10 persen, sedangkan inflasi Mei secara tahunan (YoY) sebesar 6,04 persen.
Inflasi di Indonesia diperkirakan pada 2009 akan melemah. BI sendiri memperkirakan 5-6 persen. Hal ini membuat Bank Indonesia memiliki cukup ruang untuk menurunkan BI Rate.
BI rate sejak Desember BI terus memotong suku bunga acuan BI rate. Sejak Desember-Mei telah turun sebesar 225 basis poin atau 2,25 persen menjadi 7,25 persen pada Mei 2009.[hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !