inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

GM & Inflasi Untungkan Rupiah

Headline
inilah.com/ Bayu Suta
Oleh: Ahmad Munjin
Senin, 1 Juni 2009 | 18:46 WIB
INILAH.COM, Jakarta Awal Juni ini, penguatan terjadi tidak hanya di bursa saham namun juga di pasar valas. Rupiah berhasil melaju mendekati 10 ribu per dolar AS, seiring data inflasi yang terkendali serta ekspektasi bangkrutnya produsen otomotif AS, General Motor.
Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Senin (1/6) menguat 62 poin terhadap dolar AS ke level 10.238, dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di angka 10.300. Berdasarkan data Bloomberg pukul 17.27 WIB, rupiah menguat 60 (0,58%) menjadi 10.235 per dolar AS.
Rakhmat Wibisono, analis valas Bank Rakyat Indonesia (BRI) mengatakan, penguatan rupiah terjadi seiring terkendalinya inflasi hampir di semua negara di kawasan Asia. Hal ini mendorong investor berburu portofolio di pasar negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.
Akibatnya, terjadi capital inflow di pasar domestik. "Alhasil rupiah berhasil ditutup di zona positif pada angka 10.225," katanya kepada INILAH.COM , di Jakarta, Senin (1/6).
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Mei sebesar 0,04% dibandingkan sepanjang April yang mengalami deflasi 0,31%. Kemudian inflasi tahun kalender dari Januari-Mei 2009 tercatat hanya 0,10%. Secara year on year, inflasi Mei 2009 terhadap Mei 2008 sebesar 6,04%, turun tajam April 2009 terhadap April 2008 yang mencapai 7,31%.
Penguatan rupiah juga disebabkan koreksi dolar AS terhadap hampir semua mata uang di dunia, menyusul ekspektasi kebangkrutan General Motor yang akan diumumkan malam ini waktu setempat.
Menurut Rakhmat, jika permohonan produsen otomotif terbesar sekaligus simbol industrialisasi di AS tersebut disetujui pemerintah, hal ini akan berimbas negatif bagi perekonomian AS. "Kebangkrutan GM diikuti dengan peralihan investor dari dolar AS ke saham dan mata uang AS itu akan terus melemah," tukasnya.
Antisipasi telah dilakukan pelaku pasar dunia, sehingga mendorong penguatan semua bursa saham dunia, seperti Dow Jones, Nikkei dan semua pasar Asia. Akibatnya, sebelum GM sendiri benar-benar dibangkrutkan, sentimen negatifnya sudah merebak sehingga dolar pun terus merosot terhadap hampir semua mata uang utama di dunia.
"Risk appetite investor terefleksi dengan menguatnya hampir semua indeks di dunia. Investor melihat dan mencoba masuk ke dalam emerging market," tegasnya.
Nilai tukar rupiah sore ini terpantau ditransaksikan pada level 8.267 terhadap dolar Australia, di level 14.533 atas mata uang gabungan negara-negara Eropa (euro) dan di level 7.130 terhadap dolar Singapura.
Sementara itu, mata uang kawawan mendominasi penguatan terhadap dolar AS. Hanya dua mata uang yang terkoreksi terhadap dolar AS yakni dolar Australia yang anjlok 1,31% menjadi 0.811 dan dolar New Zealand yang terdepresiasi 1,40% ke level 0.649 per dolar AS.
Selebihnya mata uang kawasan ditransaksikan menguat terhadap mata uang AS itu. Yen Jepang terangkat 0,71% menjadi 94.655, dolar Hong Kong merambat naik 0,01% ke level 7.751, dolar Singapura naik 0,46% ke angka 1.437, dolar Taiwan melambung 1,18% ke posisi 32.239, won Korsel melesat 1,43% menjadi 1.237 per dolar AS.
Begitu juga dengan peso Filipina yang terkerek naik 0,66% ke posisi 47.065, rupee India meningkat 0,27% ke angka 46.964, yuan China menanjak 0,03% ke level 6.8269, ringgit Malaysia terapresiasi 0,64% menjadi 3.472, dan baht Thailand terdongkrak 0,55% terhadap dolar AS ke posisi 34.130. [E2]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.