INILAH.COM, Jakarta Nilai tukar rupiah pada perdagangan Selasa (2/6) masih berpeluang menguat. Hal ini dipicu beberapa sentimen positif dari bursa saham, arus dana asing yang masuk serta pelemahan dolar AS terhadap mata uang dunia lainnya.
Analis valas Suryanto Chang mengatakan, rupiah hari ini berpeluang menguat, melanjutkan kenaikan pada perdagangan kemarin. Hal ini meyusul ekspektasi positifnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia.
Ia pun memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran 10.150-10.250 per dolar AS. "Rupiah akan mencoba menyentuh 10 ribu per dolar AS untuk jangka menengah," katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, kemarin.
Menurutnya, sentimen positif dari dalam negeri berasal dari tingkat inflasi yang berada di atas ekspektasi pasar. Hal ini membuka peluang pemangkasan suku bunga BI rate lebih lanjut. Apalagi neraca perdagangan sudah terkontrol.
Dengan suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) yang saat ini sudah mendekati BI rate di posisi 7,25%, maka spread semakin tipis. "Ini berarti, tidak akan muncul masalah bila suku bunga pinjaman bank turun," ujarnya. Rupiah juga diuntungkan pelemahan dolar terhadap mata uang utama dunia akibat likuiditas dolar AS yang membanjir.
Terlihat dari suku bunga London Interbank Offered Rate (LIBOR) yang turun, meskipun kemarin sempat ada gejolak yang membuat US treasury naik. Pelemahan dolar terus terjadi seiring dengan aksi The Fed yang menginjeksi dolar AS ke sistem keuangan negaranya, yang memicu membanjirnya dolar AS.
Sedangkan Rakhmat Wibisono, analis valas Bank Rakyat Indonesia (BRI) mengatakan rupiah hari ini berpeluang terus menguat, namun dalam kisaran terbatas. Pelaku pasar saat ini masih wait and see mencermati pemilihan presiden. "Pelaku pasar masih menunggu siapa yang akan menjadi presidennya," paparnya.
Rakhmat memprediksikan rupiah berpeluang tembus di bawah 10.200 dan tertahan. Namun, tidak akan menembus level 10.000. Pasalnya penguatan rupiah terjadi akibat tekanan yang terus menerus terjadi pada dolar AS.
Ia mengingatkan, menjelang pilpres kecenderungan rupiah tidak akan tembus level 10.200 meskipun capital inflow di pasar domestik sangat signifikan "Rupiah terus diperdagangkan menguat dan akan bergerak pada kisaran 10.200 hingga 10.300," imbuhnya.
Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Senin (1/6) menguat 62 poin terhadap dolar AS ke level 10.238. Nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing lainnya ditutup bervariasi.
Rupiah terhadap dolar Singapura menguat ke 7.104,58, atas dolar Hong Kong naik menjadi 1.317,23, terhadap dolar Australia melemah ke 8.239,07, dan atas euro ditutup melemah ke level 14.540,57. [E2]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !