INILAH.COM, Jakarta - Karena dianggap menyinggung masalah etnis, Ketua DPP Partai Demokrat Ruhut Sitompul mendapat banyak kecaman. Ruhut pun akhirnya menyampaikan permohonan maafnya kepada publik. Ketua DPP Hanura Fuad Bawazier yang sempat merasa mejadi sasaran Ruhut menyambut baik permohonan maaf juru bicara PD itu.
"Baguslah. Alhamdulillah dia tobat. Yang terpenting dari kejadian ini adalah bahwa supaya ke depannya untuk siapapun juga tidak terulang lagi," kata Fuad saat berbincang dengan INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (2/6).
Peristiwa itu sendiri terjadi dalam debat antartim sukses peserta Pilpres 2009, di gedung DPD, Jakarta, Rabu (27/5). Saat itu, Ruhut yang mewakili kubu SBY-Boediono melancarkan sejumlah kritikan pada kubu Jusuf Kalla dan Wiranto, yang diwakili Fuad Bawazier.
Entah bermaksud ditujukan kepada Fuad yang kebetulan beretnis Arab, Ruhut mengatakan negara Arab tidak pernah membantu Indonesia. Namun, Ruhut kemudian menyatakan permohonan maaf atas pernyataannya, Senin (1/6) malam.
Atas hal itu, Fuad menyatakan, hal serupa tidak boleh dibiarkan dan harus mendapat tindakan tegas. Sebab akan merusak tatanan demokrasi yang saat ini tengah dibangun. "Saya berharap tim sukses capres manapun untuk dapat menggunakan cara-cara yang sehat dalam berkompetisi," ucapnya. [mut/nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !