INILAH.COM, Jakarta - Meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menembus level 2.000 poin, namun penjualan saham perdana kepada publik (IPO) BUMN dijadwalkan baru terlaksana kuartal IV 2009.
"Ya, indeks saham sudah di atas 2.000 poin, tapi IPO kita tunggu setelah Pilpres selesai," kata Menneg BUMN Sofyan Djalil, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (2/6).
Pada tahun 2009 sejumlah BUMN yang masuk nominasi daftar IPO pada 2009 yaitu Bank Tabungan Negara (BTN), Garuda Indonesia, PTPN III, IV, VII, Waskita Karya.
Tiga BUMN BTN, Garuda Indonesia dan Wasita Karya telah mendapat persetujuan dari DPR.
Menurut Sofyan Djalil, Kementerian BUMN selaku kuasa pemegang saham perusahaan milik negara berkepentingan menjaga agar dalam realisasi IPO jangan sampai merugikan.
"Aktivitas berupa persiapan IPO bisa dilanjutkan sehingga pelaksanaannya bisa lebih matang," katanya.
Persiapan di tingkat tim privatisasi masing-masing perusahaan sambil menunggu keputusan membuka kembali peluang IPO BUMN setelah sebelumnya sempat dihentikan karena situasi pasar saham yang tidak mendukung. [*/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !