Minggu, 27 Mei 2012 | 06:00 WIB
Follow Us: Facebook twitter
IPO Perusahaan BUMN Setelah Pilpres
Headline
Sofyan Djalil - inilah.com/Bayu Suta
Oleh:
web - Selasa, 2 Juni 2009 | 14:27 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menembus level 2.000 poin, namun penjualan saham perdana kepada publik (IPO) BUMN dijadwalkan baru terlaksana kuartal IV 2009.

"Ya, indeks saham sudah di atas 2.000 poin, tapi IPO kita tunggu setelah Pilpres selesai," kata Menneg BUMN Sofyan Djalil, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (2/6).

Pada tahun 2009 sejumlah BUMN yang masuk nominasi daftar IPO pada 2009 yaitu Bank Tabungan Negara (BTN), Garuda Indonesia, PTPN III, IV, VII, Waskita Karya.

Tiga BUMN BTN, Garuda Indonesia dan Wasita Karya telah mendapat persetujuan dari DPR.

Menurut Sofyan Djalil, Kementerian BUMN selaku kuasa pemegang saham perusahaan milik negara berkepentingan menjaga agar dalam realisasi IPO jangan sampai merugikan.

"Aktivitas berupa persiapan IPO bisa dilanjutkan sehingga pelaksanaannya bisa lebih matang," katanya.

Persiapan di tingkat tim privatisasi masing-masing perusahaan sambil menunggu keputusan membuka kembali peluang IPO BUMN setelah sebelumnya sempat dihentikan karena situasi pasar saham yang tidak mendukung. [*/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.