Kamis, 24 Mei 2012 | 05:32 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Rupiah Melambung Respon BI Rate
Headline
inilah.com/ Agung Rajasa
Oleh: Ahmad Munjin
web - Rabu, 3 Juni 2009 | 18:44 WIB
INILAH.COM, Jakarta Pemangkasan suku bunga acuan (BI rate) 25 basis poin ke level 7% berhembus segar ke pasar valas. Rupiah pun dapat terangkat tinggi hingga mendekati level 10.100 per dolar AS.
Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Rabu (3/6) menguat tajam 125 poin terhadap dolar AS ke level 10.125, dibanding posisi kemarin di level 10.250. Berdasarkan data Bloomberg pukul 17.18 WIB, nilai tukar rupiah menguat 120 poin (1,16%) ke level 10.140 per dolar AS.
Pengamat pasar uang Rosady TA Montol mengatakan, penguatan rupiah hari ini terdorong pemangkasan suku bunga acuan (BI rate) yang mengindikasikan membaiknya fundamental ekonomi. "Akibatnya rupiah berhasil ditutup dengan penguatan tajam pada angka 10.125," katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (3/6).
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia siang tadi memutuskan memangkas BI rate 25 basis poin ke level 7%. Menurutnya, suku bunga acuan yang rendah, akan memberi stimulus bagi pergerakan sektor riil.
Selain itu juga berdampak pada masuknya aliran dana asing ke pasar investasi domestik. "Hal ini berpotensi mensupport pergerakan rupiah sehingga ke depannya bisa menguat." tuturnya.
Rosady menambahkan, rupiah juga terangkat pelemahan dolar AS terhadap mata uang utama yang menumbuhkan risk apetite di pasar. Recovery ekonomi hampir di seluruh dunia juga berdampak positif juga bagi emerging market. Status dolar AS sebagai safe haven currency pun tumbang.
Dampak recovery manufaktur di China juga memberikan dukungan yang cukup bagus terhadap pemulihan ekonomi global. Munculnya optimisme pasar menyebabkan investor cenderung melepas dolar AS. Pola ini sudah terjadi sejak beberapa bulan yang lalu. "Artinya pelemahan dolar dan penguatan rupiah saat ini murni ekspektasi pasar," pungkasnya.
Nilai tukar rupiah sore ini terpantau ditransaksikan pada level 8.410 terhadap dolar Australia, di posisi 14.619 terhadap mata uang gabungan negara-negara Eropa (euro) dan di angka 7.107 terhadap dolar Singapura.
Sementara itu, mata uang kawasan mendominasi penguatan terhadap mata uang AS itu. Hanya lima mata uang melemah. Yen Jepang terdepresiasi 0,40% menjadi 96.152, dolar Hong Kong turun 0,006% ke level 7.751, dolar Australia anjlok 0,16% ke 0.822, dolar Singapura melandai 0,097% ke 1.438, dolar Taiwan terkoreksi 0,12% menjadi 32.492 per dolar AS.
Selebihnya, mata uang kawasan menguat terhadap dolar AS. Dolar New Zealand naik 0,98% ke 0.650, won Korsel terapresiasi 0,49% ke 1.233, peso Filipina terangkat 0,40% menjadi 47.205, rupee India menanjak 0,22% ke 46.915, yuan China terkerek 0,01% ke 6.830, ringgit Malaysia terdongkrak 0,27% ke 3.482, dan baht Thailand meningkat 0,21% terhadap dolar AS menjadi 34.030. [E2]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.