inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Modifikator Manado Unjuk Gigi

Headline
Istimewa
Oleh: Augusta B Sirait
Kamis, 4 Juni 2009 | 11:12 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Modifikator Manado memiliki potensi yang sangat baik berdasarkan hasil modifikasi yang dipamerkan di acara Custom Modification Workshop U Mild U Bikers Festrack 2009, hari Sabtu (30/5) di Mega Mas Manado.
Tiga pakar modifikasi yaitu Lulut Wahyudi (custom builder dari Retro Classic Cycles), Best Builder Low Rider 2008 Indra Pranajaya dan master desain produk dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Amirul Nevo terkesima dengan 50 modifikator Manado.
"Manado punya potensi untuk lebih maju, modifikator Manado sangat antusias untuk mau belajar," ujar Lulut dalam siaran pers yang diterima INILAH.COM, Rabu (3/6).
Lulut menjelaskan modifikator Manado masih belum mengerti konsep modifikasi yang sesungguhnya. Lulut mencontohkan kebanyakan motor-motor di eksibisi kontes modifikasi U Mild Manado sekadar tempelan bolt on.
Menurut Lulut, modifikator Manado dapat menampilkan keunikannya tanpa harus mengikuti trend umum dan harus percaya diri untuk dapat berkarya dengan bebas,.
"Menjadi diri sendiri, penting dalam ajang modifikasi kontes. Terlihat beda dan unik menghasilkan sebuah karya modifikasi merupakan keharusan," tegas Lulut builder internasional yang sering diapresiasi di gelaran kontes modifikasi internasional ini.
Senada dengan Lulut, Indra Pranajaya menambahkan bahwa orisinalitas dari sebuah karya seni modifikasi memiliki nilai yang cukup tinggi dalam penilaian sebuah kontes modifikasi yang bergengsi seperti di U Mild U Bikers Festrack 2009.
"Terinspirasi dari berbagai unsur bukan sebuah pantangan, tapi harus menjadi inspirasi kreatif untuk mendapatkan hasil terbaik dan orisinil. Modifikator Manado harus berani tampil," tegasnya.
Selain juga pengaruh dari berbagai unsur yang dapat memperkaya imajinasi seorang modifikator, serta pemilihan motor yang akan dimodifikasi harus tepat dan sesuai dengan konsep yang diusung. Terakhir, kemampuan dari sang modifikator itu sendiri.
Brand Manager U Mild Ahmad Nasyiruddin sebagai penyelenggara acara ini menjelaskan di U Mild U Bikers Festrack seri ke-3 Manado memang belum dibuat kontes modifikasi, hanya kelas eksibisi dan workshop modifikasi.
Isi workhsop tak hanya membahas mengenai trend modifikasi di Tanah Air namun juga konsep modifikasi yang baik dan benar dari sisi rangka, kekuatan mesin, dan estetika.
"Workshop serupa ini belum pernah ada di Indonesia dan baru kali ini digelar oleh U Mild untuk memfasilitasi keinginan para bikers. Sekaligus membuka mata modifikator Manado bahwa menjadi modifikator yang baik harus tetap memiliki konsep yang kuat dan pengetahuan dasar modifikasi. Semoga ke depan modifikator kita bisa bangkit tidak kalah dengan Thailand," kata Nasyir.
Modifikasi sendiri dibuka dua kelas yaitu Extreme dan kelas Trend pada Sabtu (30/5) dan Minggu (31/5). Eksibisi ini dibuat sama halnya dengan kontes, yaitu tetap dilakukan scrutinerring dan display motor, namun penilaiannya hanya dilakukan oleh pengunjung, bukan oleh juri.
Selain itu, ada juara favorit pilihan pengunjung yaitu Best Vote. Pemenang kelas Extreme adalah Yusbianto Kasim dengan motor Suzuki Shogun, dan pemenang kontes kelas Trend adalah Fernando Steven Dilly dengan motor Suzuki Smash tahun 2005.
Fernando juga sekaligus pemenang kelas Best Vote. Juara Best Vote dari Manado ini akan diadu lagi dengan pemenang Best Vote dari seri U Mild U Bikers Festrack lainnya di lima kota lainnya.
Pada saat grand final U Mild U Bikers Festrack 2009 di Surabaya 21-22 November mendatang akan terpilih hanya satu pemenang terbaik dari enam modifikator favorit di enam kota penyelenggaraan berdasarkan hasil voting terbanyak, yaitu dari Yogyakarta, Samarinda, Manado, Batam, Jakarta dan Surabaya.
Pemilih motornya pun akan diundi secara acak satu orang untuk diajak bersama sang Best Vote Modifikator mengunjungi salah satu pameran modifikasi terbesar di Asia.
"Kami mengajak juga pemilihnya, karena seni memang harus diapresiasi baik senimannya maupun sang penikmat seni, baik modifikator maupun penikmat hasil seni dan kreativitas sang seniman modifikasi roda dua ini," imbuh Nasyir. [E1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.