INILAH.COM, Jakarta - Proses merger dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Farmasi yaitu PT Kimia Farma (KAEF) dan PT Indofarma (INAF) masih menunggu DPR baru periode 2009-2014.
Demikian disampaikan Direktur Utama PT Indofarma, P Soedibyo usai RUPST di Jakarta, Kamis (4/6). "Dari DPR baru siap kita lakukan, yang penting itu DPR, nah nanti kan ada pergantian," ujarnya.
Lebih lanjut Soedibyo menyatakan hingga kini perseroan baru menentukan rencana bisnis usai merger nanti. "Secara tehnis kita sedang menyiapkan rencana bisnis merger seperti apa," ujarnya.
Soedibyo juga menjelaskan bahwa Menteri Kesehatan (Menkes) pun juga menyetujui niatan tersebut. Proses merger kedua BUMN Farmasi tersebut ditargetkan akan selesai akhir tahun ini. "Sekitar akhir tahun ini. Nantinya kita harap bisa bersinergi," pungkasnya.[hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !