INILAH.COM, Jakarta PT Kimia Farma (KAEF) dan PT Indofarma (INAF), telah membentuk tim Untuk mendukung rencana penggabungan 2 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Farmasi itu yang saat ini baru memasuki tahap penunjukan konsultan.
"Tim ditugaskan menunjuk konsultan yang akan membantu proses merger," ujar Direktur Keuangan KAEF Rusdi Rosman, dalam paparan publik di Jakarta, Kamis (4/6).
Lebih lanjut Rusdi menyatakan laporan dari Mandiri Sekuritas sebagai penilai pada tahun 2004 harus dikaji ulang. "Harus dikaji ulang, akan kita bicarakan. Mungkin perlu due dilligence, Mandiri akan kita undang lagi," ujarnya.
Sebelumnya, Deputi Bidang Jasa dan Usaha Lainnya Kementrian Negara BUMN Muchayat mengatakan bahwa proses administrasi merger diharapkan selesai akhir tahun agar proses merger bisa selesai awal tahun.[hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !