INILAH.COM, Jakarta - Kualitas komputer produksi dalam negeri tidak diragukan mampu bersaing dengan produk luar negeri. Hal itu dibuktikan dengan adanya pengakuan standarisasi internasional (ISO) terhadap beberapa produsen lokal.
"Produksi dalam negeri sudah diakui kualitasnya, malah dari sisi purna jual dianggap lebih baik, untuk itu, konsumen supaya tidak ragu menggunakan hasil inovasi anak bangsa," kata Account Manager PT Berca Cakra Teknologi, Bigstianto, di Jakarta.
PT Berca yang mengandalkan produk Relion, kata Bigstianto, telah memiliki ISO 9001/2000. Meskipun daya beli masyarakat tidak begitu baik tapi tetap mampu mempertahankan omzet penjualan terus tumbuh.
"Penjualan 2008 mencapai 1200 unit, dan diperkirakan, tahun ini dapat terjual lebih besar dari angka pencapaian tahun sebelumnya, apalagi dengan adanya kebijakan pemerintah memberi perlindungan produsen dalam negeri," kata Bigstianto.
Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2009 tentang penggunaan produk dalam negeri dalam pengadaan barang/ jasa pemerintah, kata Bisgstianto sangat membantu industri komputer nasional sehingga mampu pertahankan pertumbuhan penjualan.
"Kuartal pertama tahun ini, penjualan komputer melebihi target, ini terbantu keharusan penggunaan produksi dalam negeri untuk pengadaan komputer yang menggunakan anggaran pemerintah," kata Bigstianto.
Selain itu, harga jual komputer yang mengalami penurunan menyesuaikan dengan pelemahan mata uang dolar terhadap rupiah, ikut berdampak pada permintaan masyarakat kembali tumbuh pada beberapa bulan belakangan ini.
"Harga jual komputer Relion satu set (PC dan CPU) turun menjadi Rp3 juta, dari sebelumnya yang masih dijual hampir Rp 4 juta, demikian juga jenis laptop dari Rp 5,4 juta hingga Rp 9 juta turun menjadi Rp 4,4 juta hingga Rp7,5 juta," kata Bigstianto.
Masih tingginya harga komputer tersebut, kata Bigstianto, karena tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) masih rendah baru mencapai 32%. Tetapi sudah lebih baik daripada tahun lalu yang hanya sekitar 20%.[*/ito]