INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah masih mewacanakan pendistribusian minyak goring (Migor) lewat bulog. Pasalnya, pendistribusian Migor tidak semudah mendistribusikan gula, karena jaringan distribusi migor perlu lebih banyak.
Hal tersebut dikatakan Menteri BUMN, Sofyan Jalil seusai di kantornya, Jumat (5/6). Ia sepakat dengan rencana tersebut karena migor bisa diperbaiki struktur pasarnya.
"Tapi saya sepakat bahwa kita harus melihat bagaimana minyak goreng itu bisa kita perbaiki struktur pasarnya," ujarnya.
Ia mengatakan, beberapa perusahaan menguasai hampir 90 persen pasar sehingga akhirnya mereka bisa menentukah harga. Untuk kondisi harga minyak goreng sekarang tidak mencerminkan CPO (Crude Palm Oil) oleh sebab itu bulog diarahkan untuk distribusi migor tapi membutuhkan waktu yang cukup lama.
"Bulog kita arahkan kesana tapi saya pikir perlu waktu yang panjang," katanya.[hid]