INILAH.COM, Jakarta Calon Presiden Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan bisnis pejabat akan mendorong terjadinya korupsi, koluis, dan nepotisme (KKN). Namun, Partai Gerindra mengaku tidak risau dan menyatakan tidak sepatutnya mencurigai Prabowo Subianto akan berbisnis jika menjabat sebagai pejabat negara.
Hal itu diungkapkan anggota Dewan Pembina Gerindra Haryanto Taslam kepada INILAH.COM, di Jakarta, Sabtu (6/6). Menurutnya, tidak sepatutnya SBY mencurigai ada pejabat negara yang berbisnis.
"Semua pejabat kita nggak ada yang berbisnis. Tanyakan saja apakah para pejabat itu berbisnis. Tidak. JK, apakah berbisnis? Kan juga tidak. Semua orang tahu dia saudagar," paparnya.
Begitu juga Prabowo yang saat ini memang memiliki bisnis. Namun, ia meminta tidak usah mencurigai mantan Danjen Kopassus itu akan berbisnis saat menjabat sebagai wakil presiden. "Itu mengada-ada namanya. Kalau mencurigai Prabowo berbisnis, itu namanya mengada-ada," ujar mantan Ketua DPP PDIP itu.
Prabowo, lanjutnya, justru berani melaporkan kekayaannya secara jujur kepada KPK., sehingga menjadi peserta Pilpres dengan kekayaan tertinggi, yakni Rp 1,7 triliun. Hal itu, menurutnya suatu wujud dia sosok seorang cawapres dan tokoh nasional yang jujur.
"Beda dengan yang kemudian berlagak sok miskin. Merasa kekayaannya paling sedikit. Seakan-akan menjadi yang paling bersih, dan itu patut dipertanyakan. Padahal pura-pura bersih dan pura-pura miskin. Apa iya selama ini," ucap Haryanto. [nuz]