INILAH.COM, Jakarta - Data inflasi Mei dan turunnya BI rate menjadi pemicu pergerakan indeks.
Sementara secara sektoral, perbankan, properti, dan infrastruktur adalah sektor-sektor utama yang terkena dampak langsung dari kedua sentimen tersebut.
Menurut analis pasar modal David Cornelis, penurunan suku bunga akan memberikan dampak positif bagi semua saham secara umum. "Tentunya dari sisi teori akan ada saham-saham per sektoral yang interest rate related stocks yaitu saham perbankan tentunya," ujarnya melalui pesan elektronik kepada INILAH.COM, Sabtu (5/6).
Selain saham perbankan, menurut David, saham yang terkena dampak langsung adalah saham infrastruktur, saham properti, dan saham semen. "Sektor-sektor itu layak untuk dikoleksi jangka panjang," ujarnya.
Lebih lanjut, David menyatakan, sentimen berupa penurunan suku bunga akan memberikan sentimen untuk waktu yang lama. "Suku bunga ya untuk jangka panjang dong," ungkapnya.
Faktor lain yang memberikan sentimen positif bagi pasar adalah data inflasi yang baru saja dirilis beberapa waktu yang lalu. "BI rate kan dependensinya related dengan inflasi. Dua variabel makro ekonomi tersebut sangat berkaitan, dan tahun ini bergerak seperti yang diharapkan," ujarnya.
Sementara untuk indeks, David memprediksikan, hingga akhir bulan ini akan mampu menembus level 2.200. "Selain dua sentimen itu, tentunya dengan mempertahankan dan mengusahakan indeks agar tetap berada pada level 2.000. Considered as 'major support level'," pungkasnya.