INILAH.COM, Jakarta - Indeks mulai memasuki level 2.000, analis memperkirakan akan ada banyak aksi korporasi yang dilakukan oleh perusahaan termasuk penawaran saham perdana (initial public offering / IPO).
Sementara itu dengan adanya pergantian pemerintah nantinya, tidak akan memberi pengaruh pada rencana aksi korporasi yang direncanakan perusahaan terkait.
Analis pasar modal David Cornelis, memprekdisikan indeks akan berada pada level 2.200 hingga akhir bulan ini dan akan ada banyak aksi korporasi yang dilakukan perusahaan. "Tentunya akan banyak IPO dan corporate action (CA)," ujarnya melalui pesan elektronik kepada INILAH.COM, Sabtu (6/6).
Lebih lanjut David menjelaskan, proyeksi tersebut harus didukung dengan berbagai asumsi seperti menahan level indeks tetap berada di 2.000, harga minyak dunia yang tidak melorot ke bawah level US$60 per barel, pergerakan Rupiah yang tetap stabil, dan capital inflow. "Serta perkembangan geopolotik yang stabi dan kondusif," ujarnya.
Sebelumnya, beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) rencananya akan melakukan IPO pada tahun 2009, diantaranya adalah Bank Tabungan Negara (BTN), Garuda Indonesia, Waskita Karya, PTPN III, IV, VII, Krakatau Steel, dan Pembangunan Perumahan. Tiga BUMN diawal telah mendapat persetujuan dari DPR-RI untuk IPO. Sementara itu Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil, beberapa waktu lalu menyatakan pelaksanaan aksi IPO beberapa BUMN baru akan direalisasikan bila indeks telah menembus level 2.000.
Selain BUMN, beberapa perusahaan swasta seperti PT Metropolitan Kencana, PT Inovisi Infracom, PT Katarina Utama, PT Bank Jabar, PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), dan PT Batavia Prosperindo Finance rencananya akan melakukan IPO pada Juni ini. Beberapa perusahaan terbuka juga ada yang berniat untuk menerbitkan obligasi dan melakukan ekspansi usaha.
Sementara terkait akan adanya pergantian pemerintahan, David menyatakan hal tersebut tidak akan menganggu rencana aksi korporasi perusahaan. "Saya rasa akan tetap dipertahankan apalagi untuk kebijakan yang membangun sekaligus menguntungkan, lagia pula itu kan sudah ada grand strategy dan blue printnya," pungkasnya.
IHSG pada perdagangan Jumat (5/6) ditutup naik 46,21 poin (2,27%) ke level 2.078,93. [cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !