inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Citra JK-Mega Tak Lebih Baik dari SBY

Oleh:
Minggu, 7 Juni 2009 | 08:06 WIB
Saya pernah menulis artikel di Citizen Journalism ini yang isinya kekecewaan saya terhadap gaya komunikasi SBY yang buruk. Namun belakangan ini sepertinya telah terjadi pembenahan di internal kubu SBY, sehingga komunikasi politik capres incumbent itu mengalami kemajuan pesat.

Terbukti SBY mau menerima melayani PKS yang menyampaikan beberapa masukan sesaat sebelum deklarasi SBY-Boediono. Padahal SBY masih sebagai Presiden RI. Nampaknya ada perubahan yang signifikan pada SBY. Semoga ini pertanda pemimpin yang makin matang.

Sebaliknya, ternyata, dua kandidat lainnya tidak lebih baik. JK-Wiranto meskipun memiliki kelebihan dalam kecepatan dan keberanian bertindak, di samping nampak paling islami, tapi untuk mengejar ketertinggalan dalam pencitraan dirinya akan sulit.

Gaya JK ternyata kurang cocok dengan orang Indonesia. JK lebih mirip dengan gaya Amin Rais yang suka meledak-ledak dalam berbicara, suka menilai orang (mungkin karena dosen). Gaya seperti inilah yang justru menghancurkan Amin Rais saat itu. Jadi kalau seperti ini yang berlaku, akan sulit bagi JK-Wiranto akan memenangkan pertarungan pilpres ini.

Mega-Prabowo? Pendukung Megawati sangat terkenal loyal dalam masalah presiden. Akan tetapi, sekarang ini PDIP sudah kecil dibandingkan pada tahun 1999. Kekuatan Gerindra juga masih tidak signifikan untuk menaikkan perolehan suara Megawati.

Tantangan terbesar Mega-Prabowo justru pada isu yang diusung: ekonomi kerakyatan. Ini karena kenyataannya, si pengusungnya ternyata memiliki kekayaan yang paling tinggi, berseberangan dengan isu wong cilik juga.

Jadi nampaknya hasil survey LSI sesuai dengan kenyataan yang ada. Pesan untuk SBY jika menjadi Presiden 2009: (1) Jadikan Indonesia sebagai Indonesia yang bermartabat.
(2) Bangkitkan kembali kebanggaan Indonesia terutama IPTN yang telah dihancurkan oleh pendahulunya. Telah lama kita tidak punya sesuatu yang bisa dibanggakan. Semoga SBY bisa.

(3) Perhatikan para guru dan dosen sebagai pencetak dan penentu generasi Indonesia yang lebih baik. Rusaknya pendidikan nasional lebih dahsyat dari tsunami Aceh.
(4) Perhatikan TNI dan Polri, terutama gaji mereka. Sudah selayaknya kita menyingkirkan mitos bahwa gaji tinggi akan berakibat semangat juang turun. Jika mentalitas TNI dan Polri diperbaiki, gaji yang tinggi akan meningkatkan kinerja mereka.
(5) Kuatkan strategi pertahanan dan keamanan yang menjamin bisa melindungi keutuhan NKRI dan keamanan bagi setiap bangsa Indonesia, bukan untuk melawan bangsa sendiri. Aceh adalah Indonesia. Papua adalah Indonesia.
Lawan kita adalah pihak asing yang tidak menginginkan Indonesia tetap utuh dalam satu-kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Abdul Wahid Surhim
Pelajar S3 UTM Johor-Malaysia
ahad767@gmail.com
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
1 Komentar
hiadayat @ Selasa, 16 Juni 2009 | 18:42 WIB
wahhh ko subyektif banget ya nulisnya?
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.