INILAH.COM, Chongqing - Sebuah tambang besi di area Gunung Jiwei, Chongqing longsor dan menumbun puluhan pekerja serta pejalan kaki yang sedang melalui area itu. Hingga kini, pihak berwajib masih melakukan penggalian untuk menyelamatkan para korban.
"Mereka yang hilang antara lain 21 penduduk lokal, 47 pekerja tambang besi, dua pegawai
telekomunikasi, dan empat pejalan kaki yang sedang melalui area itu," ujar Jubir
pemerintah, Ai Yang, seperti dikutip Xinhua, Sabtu (6/6)
Insiden itu terjadi pada Jumat 5 Juni, pukul 15.00 waktu setempat. Ketika longsor
terjadi, 27 pekerja tambang sedang melakukan pekerjaan mereka di bawah tanah. Hingga
berita ini diturunkan, tak kurang dari 500 anggota tim penyelamat masih melakukan
penggalian untuk menyelamatkan korban.
Mereka harus menggunakan helikopter di area tersebut, sebab mesin berat malah akan
menyebabkan fatal. Kondisi area itu masih belum stabil, ada kemungkinan korban yang
masih hidup malah makin tertimbun. Hal ini juga berarti ada kemungkinan longsor susulan.
Area longsoron sepanjang 600 meter dan selebar 300 meter itu menimbun 12 rumah penduduk. Beberapa rumah bahkan tertimbun hingga 40 meter di dalam tanah. Komunikasi dan listrik di beberapa bagian kota juga terputus.
"Kecil kemungkinan ada yang selamat dari mereka yang tertimpa longsoran. Namun kami
merasa kemungkinan hidup pekerja tambang yang terperangkap cukup tinggi. Sebab mereka
tidak langsung tertimpa longsoran," lanjut Ai.
Sejauh ini, mereka baru berhasil menyelamatkan delapan orang dari reruntuhan itu. Presiden Hu Jintao dan Perdana Menteri Wen Jiabao memerintahkan penyelamat untuk
melakukan pekerjaan mereka secepat mungkin. Namun mereka juga harus sangat berhati-hati
sebab situasinya masih berbahaya. [vin]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !