INILAH.COM, Jakarta - Gara-gara hasil survei LRI dan Lembagai Survei Indonesia (LSI) berbeda dalam tema yang sama, dunia lembaga persurveian terancam pecah. Andrinof A Chaniago mengingatkan lembaga survei untuk tidak saling serang.
Sebagai Ketua Umum Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (PERSEPI), Andrinof menyatakan, perlombaan antara penyelenggarakan survei dan untuk mempublikasikan hasil surveinya adalah langkah yang baik.
"Itu langkah yang lebih baik daripada menyebar prasangka buruk terhadap salah satu lembaga survei," kata Andrinof dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (8/6).
Menurutnya, sara saling berlomba menyajikan hasil survei lebih bermanfaat buat masyarat karena masyarakat akan bersandar pada dua hal yang lazim sebagai sumber kebenaran ilmu pengtahuan. Kedua hal itu adalah, bukti empiris dan pikiran logis-spekulatif.
"Hal yang patut disayangkan adalah kalau para peneliti dan politisi menjauhkan masyarakat dari bukti-bukti empiris sambil mencecar satu pihak dangan prnyataan-pernyataan spekulatif yang tidak logis dan tidak rasional," terangnya.
Untuk menyampaikan pernyataan-pernyataan dari dua sumber tadi, lanjut Andrinof, tentu saja ada syarat etisnya. Salah satunya, menurut Andrinof, adalah kejelasan posisi politik maupun bisnis yang bersangkutan.
"Sikap ini tentu harus ditunjukkan oleh setiap pembuat pernyataan untuk konsumsi publik, baik pembuat survei, dan penilai hasil survei, maupun analis," tukasnya. [ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !