INILAH.COM, Jakarta - Mikage Sakurai adalah seorang gadis yang memiliki kecintaan yang luar biasa terhadap dapur. Tempat satu ini mempunyai arti khusus bagi Mikage.
Bahkan, dia menilai sebuah rumah dari dapurnya. Tempat ini juga merupakan satu-satunya tempat yang membuatnya tak pernah merasa kesepian.
Sejak ditinggal mati oleh neneknya, Mikage hidup sebatang kara. Mikage bisa tertidur lelap di samping kulkas yang berdengung. Dengan ditemani dengung kulkas, dikelilingi panci bekas, sisa eceran sayur, semakin kotor dapur itu, semakin lelap tidur Mikage setiap malam.
Ya, selain karena kegemarannya mengolah makanan, suasana dapur membuatnya tak lagi kesepian.
Di antara semua dapur, Mikage punya satu dapur yang paling ia sukai, yaitu milik keluarga Tanabe. Suasana dekorasinya memang elegan. Pesonanya tidak hanya itu. Mikage menemukan apa yang hilang darinya, yakni arti sebuah keluarga.
Di dapur keluarga Tanabe, Mikage bertemu Yuichi Tanabe dan Eriko Tanabe. Di keluarga ini Mikage tak lagi merasa sendirian. Yuichi pun mengajak Mikage tinggal bersamanya.
Karena kasihan, Yuichi menawarkan bantuan. Mikage, yang memang tak punya banyak teman, mengiyakan tawaran tersebut.
Mikage merasa hidup yang sebelumnya hilang akhirnya kembali. Ia bisa kembali tertawa dengan sikap Eriko yang senantiasa ceria. Semua itu berubah saat terjadi musibah. Eriko meninggal dalam sebuah kejadian kriminal.
Kitchen cocok dikategorikan sebagai novel bergenre drama. Judulnya memang menggoda kita beranggapan isi buku ini kental dengan makanan. Namun, isinya bukan hanya itu. Buku ini juga banyak memberikan pesan moral.
Judul Buku :Kitchen
Penulis: Banana Yoshimoto
Penerbit: Gramedia
Tahun terbit: 2009
Tebal: 204 halaman [L1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !