INILAH.COM, Jakarta - Satu lagi variasi sajian terbaru berbahan mi. Mi tarik mulai populer di Indonesia sejak permulaan milenium ini. Pada umumnya, mi saat ini dibuat dengan mesin, namun mi tarik mempertahankan keaslian pembuatan mi.
Umumnya mi saat ini dibuat dengan mesin. Namun mi tarik mempertahankan keaslian pembuatan mi sejak beribu tahun lalu dengan menggunakan tangan.
Bahannya pun hanya menggunakan tepung dan air, tanpa menggunakan bahan tambahan lain.
Karena tanpa bahan pengawet, maka mi tarik baru akan dibuat saat ada pesanan.
Sesuai namanya, pembuatan mi tarik adalah dengan cara ditarik-tarik. Meski demikian diperlukan keahlian dan pengalaman khusus dalam membuat mi tarik. Kekenyalan adonan harus tepat, karena mi tidak boleh terputus.
Restoran Mangkok Putih ini menawarkan enam jenis topping untuk mi tarik. Yang paling disukai pengunjung adalah Beef Chilli Oil. Lamien dengan topping daging sapi ini rasanya agak pedas.
Tersedia pula toping ayam, bebek, seafood, dan tom yam lamien. Bagi Anda yang tidak suka daging, Vegetarian Lamien bisa dijadikan pilihan. Rata-rata mi tarik dijual antara Rp20.000 sampai Rp28.000/porsi.
Mangkok Putih kini memiliki tiga cabang di Jakarta. Jika Anda ingin menyaksikan atraksi pembuatan mi tarik datanglah ke Jl Panglima Polim IX, Jakarta Selatan. [L1]