INILAH.COM, New York - Para investor menemukan lebih dari satu cara untuk bertaruh atas perbaikan ekonomi.
Bursa Amerika Serikat (AS) ditutup bervariasi pada perdagangan Selasa (9/6), yang didorong oleh masuknya uang ke sektor komoditas dan tehnologi.
Sentimen berupa menguatnya harga minyak dunia dan komoditas lainnya seiring dengan proyeksi yang dikeluarkan Texas forecast from Texas Instruments Inc. menjadi pemicu pergerakan indeks.
Sementara sektor keuangan ditutup bervariasi usai traders merespon pengumuman dari Departemen Keuangan, yang akan menyetujui 10 bank besar membayar kembali (repay) dana talangan pemerintah sebesar US$68 miliar. Bank-bank tersebut termasuk dari 19 perusahaan yang masuk dalam daftar dana talangan yang dibentuk Oktober lalu, pada awal krisis.
"Hal tersebut adalah bagian dari proses pemulihan industri perbankan," ujar chief investment officer Cabot Money Management, Salem, Mass, Rob Lutts.
Banyak traders bertaruh, bank yang mana yang akan diijinkan membayar ulang. Hal ini membuat traders menggeser fokusnya dari peningkatan harga komoditas yang mengangkat harga bahan baku dan perusahaan energi.
Harga minyak yang naik melebihi US$ 70 per barel sejak November, mendongkrak harga logam seperti tembaga dan alumunium.
Indeks Nasdaq memimpin dengan mencetak gain sebesar 1% usai peningkatan target laba kuartalan yang dikeluarkan Texas Instrument Inc. Hal ini memperlihatkan bahwa industri semikonduktor akan mengalami peningkatan permintaan.
Pada perdagangan Selasa, Dow Jones ditutup melemah 1,43 poin (0,1%) ke 8.763,06. Sedangkan S&P 500 naik 3,29 poin (0,4%) menjadi 942,43 dan Nasdaq naik 17,73 poin (1%) menjadi 1.860,13. [cms]