INILAH.COM, Jakarta - Nod's Land adalah sebuah kota kecil yang tenang dan membosankan. Tempat itu terdiri atas pondok-pondok sederhana dengan warga yang ceria.
Mereka menghabiskan waktu dengan kemonotonan yang menenangkan. Semua berubah karena sebuah pengumuman yang menggemparkan.
Pengumuman tersebut ditujukan untuk memperlihatkan sosok patung raksasa di tengah taman kota. Wujud patung superbesar si pendiri kota terbuat dari emas murni.
Warga sangat terkejut atas fakta itu. Namun, keterkejutan warga tidak hanya itu. Ternyata, patung tersebut tidak sempurna. Bagian tangan dan kakinya menghilang.
Di balik misteri hilangnya bagian tubuh patung itu juga menyimpan harta karun. Penduduk yang penasaran berlomba-lomba menemukannya. Tidak terkecuali Edgar dan Ellen, si kembar kompak yang berusia 12 tahun.
Petualangan demi petualangan dialami si kembar. Petunjuk tentang harta karun kali pertama ditemukan tak sengaja oleh aktor penakut, Blake Glide. Tempatnya di balik lukisan Augustus Nod, di gudang bekas pabrik lilin.
Secarik kertas dengan tulisan tangan dari Augustus Nod yang sudah usang ditemukan bersamaan dengan petunjuk teka-teki harta karun pendiri kota. Siapa yang menemukan dijanjikan boleh memiliki apa saja yang ditemukan.
Menemukannya tidak mudah. Sebab, Edgar dan Ellen harus bersaing dengan seluruh warga kota yang berambisi menemukan harta karun. Belum lagi halangan dari wali kota dan kedua anaknya, Stephanie dan Miles.
Belum lagi kondisi Pet yang terus melemah. Apakah si kembar mampu menyelesaikan misinya?
Nod's Limbs merupakan buku keenam di antara tujuh seri novel Edgar dan Ellen. Novel itu mengedepankan tema petualangan khas anak-anak imajinatif dan penuh kejutan.
Dengan pesan moral di dalamnya. Termasuk, kenakalan Edgar dan Ellen yang sering dimaksudkan menolong orang lain.
Pengarang: Charles Ogden
Penerbit: Penerbit Matahari
Tahun Terbit: 2009
Tebal: 262 halaman