INILAH.COM, Jakarta - Harga batubara dunia yang melonjak berdasarkan Globalcoal Newcasle Index Rabu (10/6) berada di atas level US$ 78 per ton merupakan tertinggi sejak Februari 2009 lalu sehingga memberi peluang saham BUMI naik lagi.
Seorang analis mengatakan dengan kenaikan ini akan membuat saham-saham pertambangan batubara menarik dikoleksi saat ini. Saham-saham itu di antaranya adalah saham Bumi Resources (BUMI). Sebab saham BUMI merupakan saham dengan valuasi paling murah bila dilihat dengan menggunakan PER atau price to earning ratio.
Apalagi BUMI saat ini sedang melakukan negosiasi penjualan batubara kepada pembeli asal China sebanyak 8 juta ton. Nilai kontrak itu diperkirakan mencapai US$ 480 juta mengacu pada asumsi harga jual sebesar IS$ 60 per ton. Walaupun tidak dijelaskan calon pembeli batubara tersebut. BUMI berharap nantinyha kerja sama itu akan terjadi secara jangka panjang.
Tahun ini BUMI menargetkan produksi batubara meningkat 10-12% dari realisasi tahun lalu. Harga batubara sendiri diperkirakan akan stagnan di level US$ 70- an per MT pada tahun ini. Walaupun target pendapatan dan laba bersih belum dipublikasi oleh perseroan. [hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !