INILAH.COM, Jenewa - Menyusul penyebaran virus H1N1 alias flu babi yang makin meluas, Badan Kesehatan Dunia (WHO) bersiap mengumumkan pandemi. Namun mereka ingin seluruh dunia siap mencegah kepanikan yang kemungkinan akan terjadi.
Keputusan WHO untuk mengumumkan pandemi pertama dalam 40 tahun terakhir itu menyul penyebaran H1N1 di Australia yang sudah menginjak angka seribu kasus. Demikian pula dengan Amerika Utara yang menjadi wilayah terparah.
"Situasi telah banyak berkembang dalam beberapa hari terakhir. KIta sudah mendekati situasi pandemi dan kami sudah menduga hal ini akan terjadi," kata asisten Dirjen WHO, Keiji Fukuda, seperti dikutip Yahoo, Rabu (10/6).
Menaikkan status H1N1 yang saat ini berada di level lima menjadi level enam atau yang tertinggi, tak bisa dilakukan dengan sembarangan. WHO harus memastikan semua negara siap menghadapi situasi baru itu serta mampun mengatasi reaksi publik.
Saat ini, 193 anggota WHO bekerja keras dan bersiap menghadapi kondisi itu. Termasuk di antaranya mengembangkan vaksin dan menyiapkan antivirus.
Saati ini, flu babi telah menginfeksi 26.500 orang di 73 negara dengan angka kematian mencapai 140 orang. Jumlah kematian terbesar masih di Meksiko yang dianggap sebagai asal muasal flu ini, dengan kematian lebih dari 100 orang. [vin/nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !