INILAH.COM, Jakarta - Minat investasi masyarakat terhadap emas di PT Aneka Tambang (Antam) Tbk meningkat 60 persen akibat imbas dari fluktuasi dolar yang tidak stabil.
Staf Marketing PT Aneka Tambang (Antam) Tbk, Ferdi Suryana di Jakarta, Rabu (10/6), mengatakan peningkatan itu terjadi sejak adanya pelemahan nilai tukar dolar terhadap rupiah.
"Peningkatan permintaan emas sebesar 60 persen terjadi sejak awal bulan, dimana rupiah mulai menguat terhadap dolar AS," kata Fredi.
Ia mengatakan rata-rata pembelian emas pada bulan lalu sebanyak lima kilogram per hari, sedangkan sejak awal bulan ini rata-rata pembelian sebanyak delapan kilogram per hari.
"Total kuantitasnya meningkat tiga kilogram per hari," katanya.
Pengaruh lain yang mempengaruhi peningkatan minat investasi emas, kata Fredi, juga disebabkan oleh sistem perbankan dan keuangan yang akhir-akhir ini yang sulit diprediksi.
"Investasi emas memang lebih aman dibandingkan investasi dalam bentuk lain," katanya.
Sementara itu, untuk volume investasi dalam jumlah besar oleh perusahaan, kata Fredi, pada pekan ini mengalami peningkatan sebesar 20 persen saja.
"Memang pada pekan ini lebih didominasi oleh pembeli kecil, tapi volumenya besar," katanya.
Fredi berharap dari pembeli-pembeli kecil itu, nantinya akan menjadi pembeli besar. [*/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !