Kamis, 24 Mei 2012 | 18:56 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Orgasme Saat Melahirkan, Wow!
Headline
Istimewa
Oleh:
web - Kamis, 11 Juni 2009 | 13:09 WIB
INILAH.COM, Jakarta Kenapa wanita mengalami kesulitan bernapas dan tersengal-sengal saat melahirkan? Tanda tanya itu, belum lama ini terjawab. Ternyata, kecuali menahan rasa sakit dan lelah dalam proses melahirkan, mereka juga mengalami orgasme luar biasa.
Makin banyak saja wanita yang menikmati prosesi melahirkan. Makin banyak pula wanita yang mengaku bahwa keluhan dan sengalan napas mereka karena menjalani pengalaman orgasme saat melahirkan.
Betulkah wanita mengalami orgasme saat melahirkan? Ahli asal Amerika, Debra Pascali-Bonaro, yang sudah membantu ibu-ibu melahirkan selama 26 tahun, tak memberi kesimpulan. Dia malah memunculkan teka-teki yang ujung-ujungnya bisa ditebak. "Sebagaimana yang kami katakan, biarlah itu jadi rahasia," katanya.
Untuk membuktikannya, dia kemudian membuat dokumenter tentang wanita melahirkan. Mereka terengah dan tersengal dengan kenikmatannya, sementara sang suami mencium dan memberi perhatian yang lebih terhadap mereka.
Dokumenter itu bertajuk Orgasmic Birth. "Proses melahirkan adalah sesuatu yang bisa dinikmati wanita. Dia lebih daripada sekadar membutuhkan ketahanan," tuturnya.
Amber Hartnell, 29 tahun, seorang ibu dari Amerika, menjadi bintang dalam film yang kontroversial itu. Dalam film itu digambarkan dia melahirkan putranya di sebuah kolam melahirkan.
"Semuanya datang tiba-tiba. Orgasme datang, datang, dan datang. Seluruh tubuh saya menggelinjang dan meliuk-liuk. Saya tertawa dan menangis," katanya.
Para ahli yang diwawancarai untuk film itu mengatakan proses melahirkan meningkatkan jumlah oxytocin wanita. Hormon dalam level yang tinggi ini terasa enak, dikombinasi dengan rangsangan G-spot ibu yang melahirkan. Itu bisa memunculkan teriakan keras.
Seorang ahli persalinan alamiah di Inggris, Sheila Kitzinger, mengakui dia bertemu dengan ratusan wanita yang memiliki pengalaman orgasme saat melahirkan. Tapi, dia memperingatkan munculnya harapan yang berlebihan dalam proses yang sudah menegangkan itu.
"Kami tak ingin ibu-ibu atau bisa merasa bahwa mereka telah gagal jika perempuan tidak mengalami orgasme," tuturnya. [aa]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.