INILAH.COM, Jakarta - Lembaga pemeringkat Fitch Ratings menurunkan peringkat jangka panjang PT Bank Muamalat Syariah menjadi negative dari peringkat sebelumnya stabil.
Demikian disampaikan Fitch Ratings secara tertulis kepada INILAH.COM, Kamis (11/6). Revisi prospek peringkat diberikan sebagai pencerminan peningkatan pembiayaan bermasalah (non-performing financing/'NPF') pada kuartal pertama 2009 dan adanya ketidakpastian kondisi ekonomi yang masih terus berlangsung.
"Kemungkinan akan mempengaruhi kualitas aktiva dan tingkat permodalan sebagai bank," ungkap manajemen Fitch.
Selain itu, Fitch Ratings menegaskan kembali peringkat obligasi mudarabah subordinasi A-(idn).
Pembiayaan bermasalah Muamalat Syariah ('NPF') mencapai 6,4% di kuartal pertama 2009, meningkat drastis dari 4,3% di 2008 dan 3,0% di 2007. Sementara tingkat NPF ini lebih tinggi dari rata-rata NPF perbankan syariah yang berkisar 5,1%.
Menurut Muamalat, peningkatan NPF disebabkan oleh penurunan kualitas salah satu debitur utamanya. Namun demikian dengan keberhasilan merestrukturisasi debitur diharapkan debitur ini dapat kembali ke dalam kategori lancar setelah memenuhi ketentuan restrukturisasi yang disepakati.
Pembiayaan Muamalat selama ini cukup terkonsentrasi dengan nilai pembiayaan terhadap 20 debitur terbesar mencakup 29% dari total pembiayaan bank. Jumlah NPF dapat meningkat secara drastis apabila diantara debitur-debitur tersebut mengalami penurunan kualitas.
Namun demikian, Fitch melihat bahwa bank telah melakukan langkah-langkah antisipatif dengan meningkatkan pemantauan debitur dan melakukan restrukturisasi dini. Fitch juga memberikan perhatian terhadap penurunan tingkat pencadangan pembiayaan bermasalah dari 34% dan 88% di tahun 2008 dan 2007 menjadi 24% di kuartal pertama 2009. Tingkat pencadangan ini jauh dibawah rata-rata industri yang berkisar 104%.
Muamalat berencana meningkatkan tingkat pencadangannya hingga mencapai sekitar Rp 300 miliar di akhir tahun 2009.
Meskipun total rasio kecukupan modal atau CAR, meningkat menjadi 12,1% karena adanya dukungan dari obligasi mudaraba subordinasi yang diterbitkan di tahun 2008, tingkat permodalan ini masih berada pada kisaran yang rendah dibandingkan tingkat permodalan rata-rata perbankan nasional terutama modal inti bank yang mencapai 8,8% di kuartal pertama 2009.
Diinformasikan pula kepada Fitch bahwa para pemegang saham Muamalat merencanakan penambahan modal di tahun 2010 guna memperkuat CAR bank.
Pemegang saham terbesar Muamalat adalah Islamic Development Bank yang berbasis di Saudi Arabia dengan kepemilikan 28% di akhir tahun 2008.[hid]