inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Antam: FeNi-3 Beroperasi Agustus

Headline
ist
Oleh:
Kamis, 11 Juni 2009 | 17:18 WIB
INILAH.COM, Jakarta - PT Aneka Tambang (Antam) memperkirakan pabrik pengolahan nikel, FeNi-3 di Sulawesi Tenggara mulai beroperasi kembali pada Agustus tahun ini setelah mengalami perbaikan dan proses modifikasi.
Demikian dikatakan Sekretaris Perusahaan PT Aneka Tambang (Tbk), Bimo Budi Satriyo di Jakarta, Kamis (11/6). "Sejak pertengahan Mei lalu, FeNi-3 telah dihentikan operasinya dan untuk selanjutnya dilakukan perbaikan dan modifikasi guna mengoptimalkan produksi pabrik," katanya.
Perbaikan pabrik FeNi-3 (Fero Nikel 3) terkait dengan terjadinya indikasi kebocoran pada dinding tanur di level bata tahan api yang lemah pada tanggal 18 April 2009 lalu.
Sementara itu, jelas Bimo, modifikasi dilakukan akibat tidak optimalnya produksi nikel dari pabrik FeNi-3 selama ini. Karena itu, tambahnya, kegiatan perbaikan kebocoran dinding tanur kami laksanaan bersamaan dengan modifikasi. "Pihak Kawasaki akan melaksanaan kedua pekerjaan itu," ungkap Bimo.
Kawasaki merupakan kontraktor yang bertanggung jawap atas pelaksanaan kegiatan rancang bangun, pengadaan dan pembangunan pabrik pengolahan nikel ini. "Dan sebagai konsekuensi dari adanya ketentuan garansi, maka Kawasaki lah yang akan melakukan baik kegiatan perbaikan maupun modifikasi pabrik serta menanggung biayanya," kata Bimo.
Menurut Bimo, peristiwa kebocoran pada dinding tanur sudah pernah terjadi sebelumnya. Jadi, kebocoran ini adalah peristiwa yang kedua kalinya. "Pihak Kawasaki akan mengganti seluruh pendingin tanur sehingga operasi pabrik ini mampu berjalan pada kapasitas maksimal," jelas Bimo.
Seluruh biaya perbaikan dan modifikasi ini akan dibebankan pada Kawasaki. Bimo memperkirakan total biaya yang harus ditanggung oleh Kawasaki sebesar 7,5 juta dolar Amerika.
Agar tidak tendensius, papar Bimo lagi, sebenarnya kapasitas pabrik juga sangat tergantung dari kualitas umpan (feed) yang diolah. "Ketika umpan dipasok oleh PT INCO, kualitas umpan sangat baik dengan kadar Nikel 2,3 persen. Tetapi, kontrak dengan pihak INCO telah berakhir. Dan pada saat ini, umpan dipasok dari tambang Buli, Maluku Utara, milik Antam," kata Bimo.
Bimo meyakinkan bahwa meskipun pabrik FeNi-3 berhenti beroperasi untuk sementara namun, PT ANTAM optimis akan mencapai target produksi nikelnya sebesar 12 ribu TNi pada tahun ini. PT Aneka Tambang memiliki 3 unit pabrik pengolahan nikel di Indonesia termasuk FeNi-3. [*/hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.