INILAH.COM, Jakarta - Anak usaha PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk (DPNS) yakni PT Intitirta Primasakti diperkirakan akan berkontribusi 500-750 ribu ton batu bara dari hasil eksplorasi yang terletak di Jambi.
Kontribusi anak usaha ini baru akan kelihatan pada 2010.
Hal ini disampaikan Direktur Utama perseroan Sian Hadi Widjaja seusai RUPS Tahunan dan Luar Biasa perseroan di Jakarta, Kamis (11/6). Ia menjelaskan, eksplorasi anak usaha ini direncanakan akan menggunakan dana perseroan dan pinjaman perbankan antara 65-70 persen dengan nilai investasi Rp100-150 miliar. Namun, perseroan masih menunggu job report Intitirta yang akan selesai dalam 3 bulan ini.
"Jika job reportnya selesai baru akan kita lihat berapa yang harus dialokasikan untuk Intitirta," jelasnya.
Eksplorasi batubara ini, lanjut Sian karena banyaknya permintaan batubara terutama di India yang memerlukan batubata yang besar. Selain itu, ada Malaysia dan Cina. Namun, perseroan mengakui belum berunding dengan investor tersebut. Dari hasil survey yang dilakukan, deposit batubara anak usaha sebesar 150-200 juta ton.
Sementara itu, join venture perseroan dengan Chang Chun Plastic Co. Ltd di Taiwan menyumbang keuntungan sebesar Rp96 juta yang berada di kawasan Jababeka Cikarang untuk memproduksi Melamine Molding Compound dan Resin untuk kertas. "Join venture ini pada akhir tahun diproyeksikan akan mengalami penurunan karena ekspor dan diperkirakan ekspor masih belum bisa naik 10%," jelasnya.
Perseroan memiliki penyertaan 25% dengan nilai investasi Rp3 miliar. [san/cms]