inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Direksi Indosat Bakal Dirombak Lagi

Headline
inilah.com/ Bayu Suta
Oleh:
Jumat, 12 Juni 2009 | 09:54 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Susunan direksi PT Indosat yang saat ini didominasi orang asing hanya bersifat sementara, sehingga kemungkinan masih akan dirombak.
"Pihak Qatar Telecom -- sebagai pemegang saham mayoritas -- menginginkan seluruh direksi Indosat nantinya akan diisi orang Indonesia," kata Menneg BUMN Sofyan Djalil, di Jakarta.
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Indosat, Kamis (11/6) siang memutuskan mengangkat Harry Sasongko Tirtotjondro sebagai direktur utama menggantikan posisi Johnny Swandi Sjam. Selain Harry Sasongko, susunan direksi lainnya, yaitu Peter Kuncewicz, Steve Hobbs, Fadzri Sentosa, dan Kaizad Bomi Heerjee.
Perampingan jumlah direksi Indosat yang tadinya sembilan orang menjadi hanya enam, sebelumnya sudah banyak diduga sebagian kalangan. Sedangkan pemerintah Indonesia hanya mendapat jatah menempatkan satu direksi, yaitu Fadzri Sentosa dan dua komisaris yaitu Jarman dan Rionald Silaban.
Padahal pada beberapa periode sebelumnya pemerintah selaku pemegang saham dwiwarna selalu mendapat hak menempatkan wakilnya pasa posisi Dirut.
Menurut Sofyan, saat ini di Indosat merupakan masa transisi, meskipun didominasi wakil Qatar. "Direksinya (perombakan) mungkin dalam RUPS yang akan datang, mudah-mudahan akan dapat seluruhnya dari Indonesia," kata Sofyan.
Intinya, ujarnya, bahwa dalam mendapatkan direksi yang berasal dari Indonesia haruslah orang-orang yang lebih profesional.
"Kalau bisa mendapatkan direksi yang lebih professional dari orang Indonesia, mereka akan lebih menerima," kata Sofyan.
Akan tetapi diutarakannya, sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang berlaku saat ini, bahwa pemerintah hanya berhak menetapkan satu direksi dan satu komisaris. "Jadi, tidak harus pada posisi dirut," katanya.
Terkait Johnny Swandi Sjam yang efektif mengakhiri tugas pada Agustus 2009, Sofyan menjelaskan masih memikirkan untuk menempatkannya di BUMN.
"Beliau itu kan pegawai Indosat, jadi mungkin sudah ada karier sendiri. Akan tetapi akan kita lihat kalau mau ikut ke BUMN lain, nanti kita ikutkan dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test)," katanya.[*/ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.