Minggu, 27 Mei 2012 | 06:16 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Newmont Harus Pertimbangkan PHK Karyawan
Headline
ist
Oleh:
web - Jumat, 12 Juni 2009 | 12:17 WIB
INILAH.COM, Mataram - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), KH M Zainul Majdi minta PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) dapat meninjau kembali rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) secara bertahap yang direncanakan pada kuartal III tahun ini.

"Rencana PHK sejumlah karyawan tersebut sebagai akibat dari pengurangan jumlah alat berat yang beroperasi di lokasi tambang," katanya di Mataram, Jumat (12/6).

Di hadapan sidang paripurna DPRD NTB dia menjelaskan, NNT tidak dapat mengoperasikan tambang sesuai dengan target operasi yang telah disetujui pemerintah pusat.

"Hal ini disebabkan keterbatasan lahan untuk menumpuk biji dan batu buangan serta kepentingan pengelolaan lingkungan," katanya.

Dikatakan, NNT kini memasuki tahun keempat beroperasi tanpa pinjam pakai, karena perjanjian yang ada sebelumnya telah berakhir pada 5 April 2005. Penundaan pinjam pakai telah menyebabkan Newmont tidak dapat mengoperasikan tambang sesuai target.

Upaya penyelesaian telah dilakukan melalui tahapan-tahapan sesuai ketententuan dan posisi yang hingga saat ini adalah menunggu pengesahan presiden untuk penetapan status kawasan hutan Provinsi NTB yang akan digunakan sebagai dasar dalam pemberian persetujuan perpanjangan pinjam pakai kawasan hutan dari Menteri Kehutanan.

"Proses percepatan penyelesaian juga sedang berjalan dan pihak pemerintah NTB mengharapkan agar PT NNT dapat meninjau kembali rencana PHK secara bertahap yang direncanakan pada kuartal III tahun 2009 sebagai akibat dari pengurangan jumlah alat berat yang berperasi di lokasi tambang," katanya.

Dikatakan, pertumbuhan ekonomi NTB tahun 2008 mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya hanya sebesar 2,07 persen.

"Faktor utama yang menyebabkan turunya pertumbuhan ekonomi NTB, akibat anjloknya harga tembaga sehingga sehingga kontribusi sektor pertambangan terhadap pertumbuhan ekonomi menjadi menurun," katanya.

Sebelumnya, Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan DPRD NTB, minta agar eksekutif jangan hanya mengandalkan produksi konsentrat PT Newmont dalam meningkatkan perekonomian daerah ini.

"Sebab produksi konsentrat yang dilakukan Newmont di areal tambang Batu Hijau, Kabupaten Sumbawa Barat sangat terbatas bahkan bisa habis," katanya.

Pemerintah seharusnya mencari alternatif lain seperti sektor periwisata, pertanian dan peternakan.

Dikatakan, pertumbuhan ekonomi NTB tahun 2008 mengalami penurunan. Salah satu penyebabnya adalah berkurangnya produksi konsentrat yang dihasilkan Newmont, sementara masih banyak sektor lain yang bisa dikembangkan. [*/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
1 Komentar
ryhana_zhamawa
Kamis, 30 Juli 2009 | 23:01 WIB
kalau memang ada PHK untuk karyawan yah tolng yg d PHK,kryawan yg dah lama krja krna mereka"itu udah pd kaya raya,dan tolng karyawan yg baru krja jgn d PHK dong?itu aja dri saya gadis sumbawa...thanks
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.