INILAH.COM, New York - Reli indeks tertahan, sementara itu masih belum ada sentimen yang cukup untuk kembali menggerakkannya.
Gain yang tercatat beberapa hari terakhir karena munculnya data-data ekonomi yang menunjukkan pemulihan, memberi sentimen bagi pelaku pasar untuk menghentikan aksi beli. Kekawatiran pelaku pasar atas suku bunga dan inflasi kembali terjadi.
Managing partner of Financial Enhancement Group Joe Clark, menyatakan investor telah merasa letih menyerap banyak berita positif belakangan ini. "Sponsnya jenuh air," ujarnya.
Aksi Departemen Keuangan berkaitan dengan obligasi yang dilelang, mulai menimbulkan kekawatiran investor terhadap suku bunga dan inflasi.
Meningkatnya suku bunga mulai mengkawatirkan karena hal ini mampu menghentikan pemulihan ekonomi, yang telah dimulai Desember 2007.
Pada perdagangan Jumat, indeks bergerak bervariasi, Dow Jones ditutup naik 28,34 poin (0,3%) ke 8.799,26. Sementara S&P 500 meningkat 1,32 poin (0,1%) ke 946,21 dan Nasdaq turun 3,57 poin (0,2%) ke 1.858,80.
Selama sepekan, Dow naik 0,4%, S&P 500 naik 0,7% dan Nasdaq naik 0,5%.
Sedangkan Nikkei Jepang rata-rata naik 1,6%, sebagai akibat munculnya data penjualan ritel dan industri Cina mengalami pertumbuhan di bulan Mei. FTSE 100 jatuh 0,5%, DAX Jerman turun 0,7%, dan CAC-40 Perancis turun 0,3%. [mre/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !