PENYANYI balada Iwan Fals kembali muncul dengan memperkenalkan band baru bernama Hardolino. Ini adalah band pertama yang rekaman di Fals Record, bisnis baru yang kini ia geluti.
DI tengah kesibukannya, penyanyi Iwan Fals mengaku banyak mengikuti perkembangan band-band yang berkiprah di ranah musik Indonesia belakangan ini.
"Perkembangannya amat pesat dari sisi kuantitas, tetapi dari kualitas saya merasa prihatin karena dari hari ke hari tak menunjukkan perkembangan karena cenderung seragam," ungkapnya di Warung Apresiasi, Bulungan, beberapa hari lalu.
Makanya, ia senang ketika ada sekumpulan anak muda yang bergabung dalam sebuah band bernama Hardolino mengusung warna musik dan tema lagu yang berbeda dengan apa yang ada sekarang ini.
"Mereka banyak menciptakan musik dalam nuansa balada yang dicampur dengan musik rock. Sedangkan tema lagu-lagunya berisi tentang kondisi sosial," pujinya.
Karenanya, kata Iwan, ia menerima band Hardolino untuk rekaman di Fals Record. "Saya memang tak mau sembarangan menerima band yang mau rekaman di Fals Record," katanya.
Untuk mengetahui kenapa ia mendukung Hardolino dan pengamatannya tentang musik sekarang ini, INILAH.COM berbincang dengan penyanyi bernama lahir Virgiawan Listianto itu. Berikut petikannya:
Kenapa tertarik mendukung Hardolino yang notabene adalah band baru?
Saya mendukung karena melihat materi mereka yang bernas. Kehadiran Hardolino Band ini tentu saja semakin membuat pasar musik Indonesia semakin ramai. Namun mereka memang beda dengan kebanyakan band lain yang ada sekarang ini.
Band sekarang kan cenderung seragam, baik musik maupun lagunya. Satu Melayu, yang lain bikin yang mirip, satu berkisah tentang selingkuh, yang lainnya juga. Nah, ada yang keluar dari mainstream ya kayaknya layak dong untuk didukung.
Alasan cuma sekadar itu?
Hahaha, ya deh ngaku. Mereka juga adalah keponakan-keponakan saya. Tetapi, itu faktor kebetulan saja. Kalau materi mereka nggak kuat, seperti kebanyakan band lain saya juga nggak mau.
Kualitas musikal mereka cukup tinggi. Bahkan saya sering mendengarkan lagu-lagu mereka. Di komputer saya tersimpan lagu-lagu milik Hardolino, dan saya sering dengarkan kalau saya sedang berada di studio.
Apakah Hardolino dipersiapkan untuk melanjutkan hirarki musik dari seorang legenda bernama Iwan Fals?
Nggak. Nggak ada itu. Menurut saya, tidak ada kaderisasi dalam bermusik. Lagian cara ungkap mereka sebenarnya beda dengan cara ungkap saya dulu tentang kondisi sosial di masyarakat yang sama-sama jadi perhatian kita.
Tapi Anda banyak memberikan masukan untuk musik yang mereka karyakan?
Saya tidak sampai masuk ke urusan karya mereka. Bahkan, meski mereka rekaman di studio saya, tetapi saya tidak pernah masuk ke studio ketika mereka dalam proses rekaman. Ini agar karya mereka orisinil.
Lagi pula, musik zaman sekarang dan zaman saya dulu kan berbeda. Jadi biarkan mereka bikin musik sesuai dengan apa yang mereka alami saat ini.
Sebagai musisi senior, bagaimana Anda melihat perkembangan musik sekarang ini?
Dari sisi kuantitas, wah banyak banget band-band baru bermunculan. Fasilitas kini memang lebih banyak tersedia ketimbang masa saya masih remaja dulu. Namun belakangan musik dan lagu-agu yang diciptakan begitu-begitu saja. Nggak ada yang berani menawarkan hal baru. Ikut yang sudah sukses aja, alasannya selera pasar.
Misalnya, lagu-lagu cinta, isinya cuma selingkuh, doang. Padahal masih banyak subtema lain yang bisa diangkat.
Nah, Anda sendiri kapan mau rilis album baru lagi?
Sekarang sedang disiapkan, tunggu saja. Hahahaha. [L1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !