INILAH.COM, Makassar - Meski si jago merah sudah padam, namun lokasi kebakaran di Depo Elpiji Pertamina Makassar masih rawan untuk dilakukan olah TKP. Insiden ini menewaskan 1 orang dan 3 orang lainnya mengalami luka bakar.
"Kondisi di TKP masih rawan. Di dalam masih panas. Sehingga Tim Labfor kami belum bisa masuk melakukan olah TKP," kata Kapolda Sulselbar Irjen Pol Mathius Salempang di lokasi kebakaran di Jl Satando, Kecamatan Ujung Tanah, Makassar, Sabtu (13/6).
Mengenai jenazah yang ditemukan di TKP, Mathius membenarkan baru 1 jasad yang ditemukan atas nama Nadjamuddin (40 thn), sopir truk angkut tabung gas milik PT Permata Alam Sulawesi (PAS) dan langsung dievakuasi ke RS Bhayangkara. Sedangkan 3 korban luka dilarikan ke RS TNI AL Jala'amari. Mereka adalah Idris (44), Siswono (36) dan Jufri (43).
Selain 1 korban tewas dan 3 korban luka, api juga melahap filling shed atau tempat pengisian gas elpiji dan 6 truk tangki antara lain bernopol DD 9640 AT, DD 9646 AP, DD 9743 UA dan DD 9765 AZ.
Api baru jinak setelah petugas dari 26 unit pemadam kebakaran dan 6 unit pendukung bekerja keras memadamkan api. Proses pendinginan lokasi kebakaran dilanjutkan oleh petugas Pertamina. Sementara itu di sekitar lokasi masih tercium bau gas. [sss]