Senin, 28 Mei 2012 | 15:36 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Korban: Truk Elpiji Terbakar Duluan
Oleh: Salviah Ika Padmasari
web - Sabtu, 13 Juni 2009 | 19:07 WIB
INILAH.COM, Makassar - 3 Saksi korban terbakarnya instalasi gas elpiji di Region V Gas Domestik Depo Filling Plant LPG Pertamina Makassar menjalani perawatan medis. Dituturkan mereka, truk elpiji terbakar lebih dulu sebelum akhirnya api melahap filling shed.

Ketiganya menjalani perawatan di paviliun Escorta RS TNI AL Jala'ammari, Jl Satando, Makassar, Sabtu (13/6). Lokasi kebakaran juga berada di Jl Satando, Kecamatan Ujung Tanah Makassar, bersebelahan dengan Lantamal VI.

Jufri (43), salah seorang di antaranya mengalami luka bakar di lengan kanan dan telinga kanannya. Sopir mobil tangki dari PT Yuda Guna Sari Tirta Makassar ini saat ditemui di ruang perawatan mengatakan, saat kejadian ada 4 truk tangki di lokasi filling shed atau tempat pengisian elpiji. Dua di antara truk tangki dalam proses pengisian yakni truk Jufri dan truk Ibrahim.

"2 Truk tangki lainnya adalah truk Nadjamuddin dan satu lagi mengantre menunggu giliran pengisian. Truk tangki yang dibawa Ibrahim yang tiba-tiba mundur, padahal tengah pengisian elpiji. Akibatnya selang pengisian terlepas. Tiba-tiba muncul percikan api dari selang itu. Mungin akibat hempasan besi kuningan yang bergesek dengan besi di bawah," tutur bapak 4 anak ini dengan nada suara lemah.

Dikatakan dia, setelah muncul percikan api itu langsung menjalar ke truk-truk tangki yang ada di sekitar filling shed. Keluar semprotan gas dan 1 truk tangki meledak, lalu api pun membesar hingga ketinggian kurang lebih 5 meter dan menyapu filling shed.

"Saat itu saya berdiri di samping mobil menunggui proses pengisian ikut terjilat api. Kemudian lari menyelamatkan diri dalam keadaan terluka. Saya masih sempat ketemu Ibrahim saat ikut berlari keluar menyelamatkan diri. Sementara Ibrahim yang lagi ngantre menunggu giliran pengisian mungkin tertidur di mobilnya sehingga tidak sempat menyelamatkan diri," jelas warga Jalan Skarda N Makassar ini.

Sementara Idris (44), warga Daya, Kecamatan Biringkanayya, Makassar juga dalam kondisi luka bakar di dua lengan yakni kanan dan kiri serta permukaan wajahnya. "Saya berada di luar ruang operator, terjilat api dan langsung lari menyelamatkan diri. Dalam kondisi luka sempat ambil motor menuju rumah sakit ini," tutur operator pembantu di bagian instalasi elpiji ini seraya mengaduh kepanasan akibat luka bakar.

Sedangkan Siswono (36), warga Jalan Maccini Pasar Malam 4, Makassar adalah salah seorang petugas di instalasi elpiji Pertamina. Dia juga mengalami luka bakar di dua lengannya, kanan dan kiri.

"Saat itu saya tengah berjaga di samping kapal kargo memuat elpiji yang baru datang dari Sumatera. Terkena radiasi panasnya sehingga luka di lengan. Untungnya saya berhasil menyelamatkan diri setelah berjalan di pinggir-pinggir dermaga karena pintu keluar sudah terkepung api. Lalu datang anggota polisi melarikan saya ke rumah sakit," tutur Siswono.

Selain 3 korban luka bakar, 1 orang ditemukan tewas terpanggang yakni Nadjamuddin, sopir tangki milik PT Permata Alam Sulawesi (PAS). Sementara Ibrahim yang tadinya dikabarkan hilang, ternyata selamat. Sopir tangki milik PT PAS ini tengah dimintai keterangan bersama 5 orang lainnya di Polwilatabes Makassar. [sss]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.