INILAH.COM, Medan - Setelah dinyatakan hilang sejak dua hari lalu, 13 peserta Pendidikan Dasar (Diksar), Mahasiswa Pecinta Semesta Institut Agama Islam Negeri (MAPASTA-IAIN) Medan ditemukan di Desa Bukum, Kabupaten Deli Serdang. Mereka ditemukan dalam keadaan selamat meski kondisi fisiknya melemah.
Ketiga belas anggota mahasiswa pencinta alam ini ditemukan, Sabtu (13/6) sekitar pukul 15.00 WIB. Mereka ditemukan di kaki Gunung Barus, tepatnya di Desa Bukum, Kabupaten Deliserdang. Tim SAR gabungan yang terdiri dari Mahasiswa Pecinta Alam dan petugas kepolisian langsung mengadakan pendataan dan pemeriksaan terhadap seluruh peserta Diksar.
"Kami berhasil menemukan jalur turun ke bawah," ujar Erwin (23), komandan regu peserta Diksar MAPASTA-IAIN.
Diakuinya, mereka memang didampingi oleh para instruktur, untuk melakukan pendakian. Namun pada 11 Juni lalu, para instruktur memisahkan diri dari para peserta. Hal ini untuk mempraktekkan pengetahuan navigasi yang di peroleh peserta Diksar selama masa orientasi di kampus IAIN Medan. "Rencananya, kami ditunggu di Desa Tongkoh, untuk di lantik menjadi anggota pecinta alam," katanya.
Saat menempuh perjalanan itulah, tiga peserta lainnya mengalami sakit, sehingga memperlambat jarak tempuh perjalanan mereka. "Dua anggota saya sakit perut dan satu lagi kakinya terkilir," tandasnya. Akibat lamanya waktu tempuh ini, jadwal yang disepakati semula tak tercapai, sehingga mereka diperkirakan hilang.
Para peserta Diksar ini dinyatakan hilang sejak Kamis kemarin, setelah mereka tidak juga tiba di Desa Tongkoh. Para peserta Diksar MAPASTA-IAIN memulai pendakian dari Desa Penen, Kabupaten Deli Serdang sejak 3 Juni lalu. [ton]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !