INILAH.COM, Makassar - Pasca terbakarnya Depot Region V Gas Domestik Depot Filling Plant LPG Makassar yang terletak di Jalan Hatta no 1 Makassar, kepolisian saat ini memeriksa lima orang sopir dan kondektur. Mereka merupakan pengemudi dari empat unit mobil tangki yang berada dalam lokasi kejadian.
Kasat Reskrim Polwiltabes Makassar, AKBP Tri Heri Maryadi saat dikonfirmasi via ponselnya, Sabtu (13/6), membenarkan pihaknya tengah memintai keterangan 5 orang. Status kesemuanya masih sebagai saksi. Sebelumnya, mereka sempat diperiksa di Polres Kepolisian Pelaksana Pengamanan Pelabuhan (KP3).
Kelima saksi tersebut masing-masing Anton yang merupakan kondektur dari sopir Nadjamuddin yang tewas dalam kejadian dari PT Permata Alam Sulawesi (PAS). Selain itu, Ibrahim dan Umar yang membawa mobil tangki PT Permata Alam Sulawesi (PAS). Selanjutnya Syafruddin, sopir mobil tangki PT Yuda Guna Sari Tirta Makassar dan Subhan kondektur dari sopir Jufri yang saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Jala Ammari.
"Satu lagi saksi tapi belum diperiksa karena masih pemanggilan yakni bernama Bahulu, kondektur mobil tangki dari sopir Syafruddin," beber Tri.
Ia sendiri belum bisa memastikan penyebab terbakarnya depo elpiji milik PT Pertamina ini. Sebab tim Laboratorium Forensik (Labfor) masih akan melakukan penyelidikan. Meski demikian, ia mengakui menerima laporan mobil tangki yang disopiri Ibrahim tiba-tiba mundur lalu selangnya terlepas sehingga menimbulkan percikan api.
"Kami belum bisa pastikan soal percikan api ini, ada kesengajaan atau tidak. Jadi kita tunggu saja hasil Labfor," tutup Tri.
Sejauh ini, tim Labfor Polda Sulsebar telah melakukan olah TKP. Mereka terlihat mengambil sampel dari sisa pembakaran untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran.
Saat tiba di lokasi, empat orang anggota labfor langsung memeriksa beberapa bagian lokasi titik kebakaran dan puing-puing instalasi pengisian gas. Setelah sejam melakukan oleh TKP, Tim labfor mengambil sampel barang-barang sisa kebakaran. Tim Labfor juga memeriksa mobil tangki yang terbakar dan menewaskan satu
orang itu.
"Barang-barang ini baru kami akan inventarisir, barusan kami ambil sampel yang semuanya ada 7 item. Setelah ini kami akan meneliti sampel untuk menguatkan dugaan penyebab kebakaran kecelakaan saat pengisian gas atau ada unsur lainnya," jelas Kepala Tim lafbor Polda Sulselbar, Kombes Pol Gatot.
Sementara itu, pasca kebakaran pihak kepolisian menjaga ketat lokasi kawasan Depot Pertamina. Sejauh polisi telah mengecek lokasi dan dipastikan tak ada lagi korban jiwa selain Najamuddin sopir yang tewas dalam mobil tangki di lokasi kejadian. [ton]