INILAH.COM, Jakarta - Prediksi Pilpres 2009 satu putaran makin sulit terjadi. Sebab tren pamor SBY terus merosot. Kemungkinan pasangan JK-Wiranto bisa menyalip SBY-Boediono di tikungan kedua Pilpres 8 Juli mendatang.
"Agak sulit SBY menang di satu putaran. Karena incumbent, SBY makin terus merosot popularitasnya. Oleh karena itu, peluang JK menyalip SBY sangat terbuka lebar. Saya rasa peluang turunnya elektabilitas SBY akan dimanfaatkan JK untuk menyalip di tikungan," kata pengamat politik UI Abdul Gafur Sangadji kepada INILAH.COM di Jakarta, Senin (15/6).
Sangadji mengatakan, SBY terpojok dengan berbagai isu negatif yang berhembus, seperti neoliberal dan insiden ras Arab oleh timses Ruhut Sitompul. Selain itu konstelasi politik menjelang pilpres semakin dinamis.
"Terbukti dengan tren elektabilitas SBY makin turun. JK-Win punya peluang untuk menantang SBY di putaran kedua. Dan ini akan menjadi pilpres yang menarik," ujar Sangadji.
Menurut dia, iklan SBY yang hanya mengklaim keberhasilan tapi tidak menawarkan terobosan-terobosan menarik adalah faktor yang ikut berpengaruh terhadap menurunnya elektabilitas SBY. Rakyat sepertinya tidak melihat ada gebrakan baru yang ditawarkan SBY.
"Selain itu, figur Boediono tidak punya nilai tambah buat SBY. Sehingga seolah-olah hanya figur SBY yang bertarung melawan Mega-Prabowo dan JK-Wiranto. Sementara pada sisi lain, Mega Pro dan JK Win makin gencar melakukan kritik dan konsolidasi kekuatannya makin kuat," paparnya.
Dari sisi visi dan program, lanjut dia, JK Win berani menawarkan hal-hal baru. SBY hanya melanjutkan program yang sudah tercapai. Jadi ada kesan kuat program SBY statis, tidak ada hal-hal baru yang ditawarkan.
"Masih ada waktu yang cukup untuk kedua capres itu meraih simpati masyarakat. Makanya pilpres kali ini sulit satu putaran." tandasnya. [ikl/sss]