INILAH.COM, Banda Aceh - Kunjungan Jusuf Kalla ke markas Partai Aceh dinilai memberi dampak positif pada capres nomor urut 3 itu. JK-Wiranto akan bersaing ketat pada Pilpres di Provinsi Aceh.
"Kunjungan ke Partai Aceh dua hari lalu membuat popularitas JK di Aceh meningkat sehingga masyarakat di daerah ini tampaknya akan lebih memilih JK ketimbang SBY," kata Peneliti The Aceh Intitute, Fajran Zain di Banda Aceh, Senin (15/6).
Ia menyatakan, menangnya Partai Demokrat pada Pemilu legislatif lalu karena masyarakat menilai SBY pada waktu itu masih bersama JK. Namun setelah SBY berpisah dengan JK dan keduanya maju sebagai calon presiden, kecenderungan pemilih Aceh ke SBY tampaknya berubah ke JK.
"Dengan kunjungan JK ke Partai Aceh, masyarakat menilai bahwa tokoh perdamaian Aceh sebenarnya adalah JK, sehingga pada Pilpres mendatang suara mereka akan beralih ke pasangan JK-Wiranto," ujarnya.
Ia menambahkan, sebenarnya SBY dan JK sama-sama mempunyai hubungan emosional dengan masyarakat Aceh karena mereka terlibat langsung perdamaian di daerah itu.
Seandainya SBY dan JK sama-sama berpasangan untuk menjadi capres-cawapres, maka mayoritas masyarakat Aceh akan memilih mereka pada Pilpres mendatang.
Fajran menyatakan, naiknya popularitas JK tidak saja karena sebagai arsitek perdamaian, tapi karena JK-Win merupakan 'pasangan nusantara' dan memiliki program ekonomi kemandirian.
"Pasangan nusantara tersebut akan mengubah dogma presiden harus dari Jawa, sehingga pemilih, khususnya dari luar Jawa akan memihak kepada pasangan JK-Win," tuturnya.
Ia menyatakan bahwa kunjungan JK ke Partai Aceh menambah popularitas JK karena memang partai lokal tersebut sebagai penentu bagi kemenangan pasangan capres-cawapres di Aceh. [*/ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !