inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Toemion Beberkan Praktek Neolib Boediono

Headline
Boediono - inilah.com/ Agung Rajasa
Oleh: Mevi Linawati
Senin, 15 Juni 2009 | 12:42 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Isu neolib gencar dialamatkan ke cawapres Boediono. Cawapres dari capres SBY itupun tak kalah gencar membendung isu tersebut. Namun Theo F Toemion membeberkan praktek-praktek Boediono yang bernafaskan neolib tersebut.

Diceritakan Toemion, ketika itu Presiden Direktur Bank Mandiri ECW Neloe meminta ke Boediono boleh tidak pihaknya mengambil Bank Permata. Karena Bank Permata sudah di bon rekap oleh pemerintah yang nilainya puluhan triliun. Sehingga, menurut Neloe, seperti ditirukan Toemion, siapapun yang mengambil Bank Permata akan sangat untung.

"Tapi apa jawaban Boediono Standard Charter lebih bagus dari Bank Mandiri. Dan pihak Mandiri menyatakan kalau begitu menteri keuangan Inggris lebih baik dari menteri keuangan Indonesia," tutur Toemion dalam peluncuran buku 'Hancurnya Neokapitalisme-neoliberalisme. Uang dan Malapetaka Dunia,' di Gasebu LAPAS Kelas 1 Cipinang, Jakarta, Senin (15/6).

Melihat pernyataan Boediono tersebut, mantan Kepala Badan Koordinator Penanaman Modal ini mengaku kecewa. Bahkan, menurut Toemion, Boediono menjadi agen untuk semua aset-aset Indonesia. Padahal, diungkapkan Toemion jika salah satu bank diambil oleh Bank Mandiri, justru memberikan potensi besar terhadap pengembangan bank di Indonesia.

"Padahal itu adalah bank nasional yang modalnya dari rakyat. Dan itu semua praktek neolib. Saya hormati pak Boediono sebagai sosok yang sederhana orang yang jujur. Tapi saya hitung biaya krisis bangsa akibat kebijakan yang dia buat selama menjabat sebagai pejabat di Bappenas, Menteri Keuangan dan Gubernur BI sampai triliunan," tandasnya. [jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.