inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

'Wajar JK Lebih Harum dari SBY di Aceh'

Headline
Jusuf Kalla - inilah.com/ Bayu Suta
Oleh: Anton Aliabbas
Senin, 15 Juni 2009 | 13:04 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Polemik kritik yang dilancarkan kubu SBY menyoal klaim JK tentang perdamaian di Aceh terus bergulir. Kecaman yang dilontarkan Bara Hasibuan pada capres Jusuf Kalla dinilai hanya sepotong dan tidak proporsional.

"Proporsionallah dalam melihat masalah, dan jangan sekali-kali melupakan sejarah," kata Jubir Timkamnas JK-Wiranto Lukman Hakiem dalam percakapan dengan INILAH.COM di Jakarta, Senin (15/6).

Ia menjelaskan seharusnya Bara yang menjabat Wakil Ketua Dewan Pakar Timkamnas SBY-Boediono itu jeli melihat kasus Aceh. Lukman menjelaskan saat ini SBY dan JK sedang berkompetisi dalam Pilpres. Dan masing-masing mempunyai keberhasilan yang berbeda dalam menjalankan pemerintahan.

"Karenanya di era keterbukaan amat sah seseorang mengungkapkan peran lebihnya di pemerintahan agar rakyat tahu mana yang kerja, mana yang hanya jaga badan," cetus Lukman.

Anggota DPR dari FPPP ini menjelaskan sejarah mencatat nama seorang menteri bisa lebih harum ketimbang presiden dan wapres. Hal itu terjadi ketika nama Mohammad Roem yang tidak menjabat presiden atau wapres diabadikan dalam perjanjian Roem-Royen. Sementara Soekarno dan M Hatta yang kala itu memimpin negeri tidak pernah tersinggung.
"Soekarno-Hatta tak tersinggung dan tidak pernah menuduh Roem melanggar etika pemerintahan," urai Lukman.

Apalagi, lanjut dia, saat di Aceh, capres nomor urut tiga itu sedang berkampanye. "Mustahil dan tidak masuk akal, JK akan berkampanye dengan menyatakan 'dalam pemerintahan sekarang, semua itu karena kehebatan SBY," tegas Lukman. [ton]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
1 Komentar
golput @ Senin, 15 Juni 2009 | 16:32 WIB
Ya iyalah, ngeliat siapa yang kerja koq repot??? Liat aja bobot berat badannya, siapa coba yang mukanya tambah tebal, tambah gemuk, lehernya tambah montok? mari kita jawab sama2, si ehm...... makin gemuk tandanya sering bobo siang, makan enak, sedangkan si JK? tambah kecil, karna kerja, kerja dan jd tameng pemerintah. tp krn saya golput, no comment deh.......
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.