INILAH.COM, Jakarta - Monolog Butet yang menyerang SBY-Boediono menuai protes. Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa (Gema Saba) salah satu ormas pendukung pasangan nomor urut dua ini menentang monolog yang menghujat tersebut.
"Tolak budayawan yang menghujat. Karena budayawan adalah kaum yang mampu mengajarkan nilai kepada masyarakat," sebut Ketua Gema Saba Abas F Basyuni dalam orasinya di Bundaran HI, Jakarta, Senin (15/6).
Ia mengatakan, jangan biarkan negeri ini kacau, karena ada budayawan yang menghujat. Dijelaskan dia, pihaknya tidak rela jika Indonesia menjadi bangsa penghujat. Karena hal tersebut sangatlah tidak santun dan bukan cerminan budaya timur.
"Tolak politisi busuk, tolak janji yang tidak sesuai dengan kenyataan. Kita akan ingatkan budayawan untuk tidak menghujat. Sangat tidak santun budayawan yang menggunakan hati nuraninya untuk menghujat," cetusnya.
Karena itu, ia mengharapkan, para capres-cawapres dalam berkampanye untuk tidak saling menghujat. Selain tidak sehat, kondisi tersebut juga tidak mendidik masyarakat.
"Tujuannya ingin melakukan seruan kepada tim kampanye dan capres-cawapres untuk tidak melakukan black campaign. Dan kita menolak politisi busuk dan budayawan busuk," terangnya.
Aksi unjuk rasa yang dimulai sekitar pukul 14.00 WIB itu, para pengunjukrasa membentang poster yang bertuliskan 'Kampanye menghujat=kampenye keparat', 'Kampanye sehat=kampanye bermartabat', dan 'Hindari kampanye menghujat dan tidak terima orderan menghujat'. Para pengunjukrasa pun membagikan mawar putih sebagai tanda kedamaian. [jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !