Sabtu, 26 Mei 2012 | 18:11 WIB
Follow Us: Facebook twitter
SBY Harus Hati-hati Klaim JK
Headline
Ibnu Hamad - inilah.com /Raya Abdullah
Oleh: Vina Nurul Iklima
web - Senin, 15 Juni 2009 | 15:26 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Jusuf Kalla sudah mengklaim keberhasilannya dalam mendamaikan Aceh. Jika JK terus mengklaim segala keberhasilannya, SBY harus hati-hati.

Klaim keberhasilan pemerintahan antara SBY dan Jusuf Kalla dinilai pengamat komunikasi politik UI Ibnu Hamad adalah suguhan menarik dan bagian dari dinamika politik menjelang Pilpres.

Jika dulu SBY terus mengklaim kinerja pemerintah, kini giliran JK mengklaim hasil kerjanya. Namun menurut Ibnu, klaim JK bukan karena membalas SBY yang mengklaim BBM dab BLT.

"Klaim ini adalah sebuah rangkaian kalau JK juga selama ini banyak bekerja. JK merasa memerintahkan orang untuk melakukan perundingan di Aceh, jadi ia mengungkapkan siapa yang berkerja di awal," Ibnu Hamad saat berbincang dengan INILAH.COM di Jakarta, Senin (15/6).

Bila klaim JK selama ini seperti swasembada beras, pembangunan Bandara, dan perdamaian di Aceh semakin kuat, Ibu mengingatan agar SBY harus berhati-hati. JK bisa saja membalikkan posisi klaim yang selama ini hanya dilakukan SBY.

"Apalagi kita tahu pandangan publik sekarang agak berbeda. JK sekarang di media atau riset dianggap termasuk sosok pemimpin yang visioner, bukan SBY. jadi tren ini bisa saja membuat SBY disalip JK," pungkasnya. [ikl/ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
2 Komentar
Mujiono
Selasa, 16 Juni 2009 | 11:08 WIB
Kedua pemimpin bangsa ini SBY dan JK dipilih dalam satu paket. Jadi hasil kinerjanya juga dari satu paket yaitu dari Presiden, Wakil Presiden dan para menteri di kabinet. Saya kira lucu dan merupakan pembodohan kalau prestasi hanya diklaim oleh salah satu orang saja. Itu adalah keberhasilan bersama tim pemerintahan SBY-JK. Kalau memang mau mengklaim, apakah JK juga berani mengklaim bahwa dirinyalah yang paling ngotot menaikkan harga BBM? Mengapa dia tdk pernah ngotot bahwa itu adalah "keberhasilannya"? Saya kira lebih elok kalau keberhasilan di miliki bersama dan kegagalan juga milik bersama.
amt
Senin, 15 Juni 2009 | 18:24 WIB
Ini dia dialektika politik yg benar, semua pada akhirnya menjadi terbuka. kalo sebelumnya kita tergoda dgn klaim yg dilakukan SBY terhadap kerja2nya di pemerintahan. Sekarang rakyat sdh tau fakta sebenarnya, JK sdh membuka mata kita. Saatnya pula kita bisa tau mana pemimpin yg bekerja, dan mana pemimpin yg taunya hanya mengklaim kerja orang lain. Sama persis seperti dikemukakan EEP Saefullah Fatah bhw kelebihan SBY hanya pandai mengklaim kerja orang lain
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.