INILAH.COM, Jakarta - Upaya mengampanyekan agar pilpres satu putaran saja dengan alasan menghemat biaya dinilai sebagai pembodohan. Karena bila satu putaran saja, maka hak rakyat telah dikebiri.
"Bodoh kalau supaya hemat pilpres digiring untuk satu putaran tapi hak rakyat dikebiri. Upaya ini adalah kumpulan omong kosong yang dilembagakan," ujar pengamat politik UI Rocky Gerung dalam diskusi 'Pilpres satu putaran fakta atau fiksi' di Warung Daun Cikini, Jakarta, Senin (15/6).
Menurut Rocky, yang saat ini diedarkan oleh salah satu capres soal pilpres satu putaran adalah soal kecemasan, bukan efisiensi. Kalau untuk efisiensi biaya, maka lebih baik pilpres dibubarkan dan tidak perlu dilaksanakan.
"Pilpres satu putaran itu too good to be true. Dalam politik, bila probabilitas diangkapkan dalam akademik, maka akan menjadi metodologi, tapi kalau masuk dalam politik, maka akan jadi manipulatif. Ini adalah arogansi kekuasaan," jelas Rocky.
Belakangan ini iklan 'Setuju Satu Putaran Saja' beredar di berbagai media massa. Dengan alasan efisiensi biaya, pendukung SBY-Boediono menggiring pilpres satu putaran. [mut/sss]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !