INILAH.COM, Jakarta - Penggiringan opini agar Pilpres berlangsung satu putaran dianggap inkonstitusional karena mengebiri hak rakyat berdemokrasi. Namun Konsultan Citra Indonesia (KCI) selaku konsultan politik gerakan 'Satu Putaran Saja' menyebut satu putaran mission impossible.
Direktur Eksekutif KCI Barkan Pattimahu menyebut Pilpres satu putaran sebagai hal yang sulit, namun pada akhirnya akan tercapai.
"Siapapun boleh protes atau tak setuju bahkan sinis terhadap gerakan ini. Tapi inilah upaya dan usaha untuk membangun reputasi dengan membuat gerakan ini seperti the mission impossible, sulit tapi akhirnya tercapai," kata Barkan di Warung Daun Cikini, Jakarta, Senin (15/6).
Bagi Barkan, Pilpres satu putaran hal yang wajar dan konstitusional, karena tidak ada yang dilanggar. Satu putaran justru dinilainya memberikan waktu yang lebih cepat dan lebih panjang bagi presiden baru merangkul pihak yang kalah. Selain itu, pemerintahan lama juga fokus mengurus kembali rakyatnya.
"Jika dua putaran pemerintah saat ini akan terpecah perhatiannya. Mereka akan kembali memikirkan strategi, dana, mobilisasi dukungan yang membuat presiden, wapres dan menteri-menterinya tak lagi berfungsi maksimal," pungkasnya. [mut/ana]