INILAH.COM, Palangkaraya - Wacana Pilpres satu putaran yang diwacanakan tim SBY-Boediono membuat capres Megawati Soekarnoputri heran. Menurutnya, pilpres satu putaran adalah wujud kesombongan.
"Ada yang katakan pemilu akan berjalan satu putaran. Seolah-olah tidak ada lawannya, saya katakan sombong sekali orang ini. Padahal, ada 3 pasang calon dan saya lebih yakin lebih demokratis pilpres berlangsung 2 putaran," kata Megawati saat orasi di Lapangan Senaman Mentikai, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Senin (15/6).
Mega juga terheran-heran dengan hasil survei yang dinaikkan menjadi 70%. "Olahraga lompatan saja, harus berlatih setiap hari. Sekarang tanpa latihan bisa 70 persen, itu datangnya dari mana?" tanya Mega.
Mega yakin, jika terpilih menjadi presiden, maka perempuan bisa menunjukkan persaingannya dengan pria. Dan di Indonesia, baru dia yang pernah menjadi presiden.
Ketua Umum DPP PDIP itu juga berjanji, jika terpilih akan melakukan moratorium hutan. Dia mengaku pernah melakukan hal yang saam saat menjadi presiden menggantikan Gus Dur.
Sebab saat ini, kata Mega, hutan ditebang. Dalam menata lingkungan yang baik berdampak pada kesejahteraan rakyat.
"Kalau saya terpilih lagi, saya akan lakukan moratorium hutan lagi. Saya akan lihat, siapa sebetulnya bertanggung jawab," kata Mega. [*/ana]