INILAH.COM, New York - Bursa Amerika Serikat (AS) melemah, berada pada level terendah dalam sebulan, usai data manufaktur regional memberi sinyal buruk terhadap pemulihan ekonomi. Selain itu, saham sektor sumber daya yang jatuh turut menyeret indeks.
Setelah beberapa sentimen positif yang menandakan pemulihan ekonomi, investor kembali mencari sentimen yang lebih signifikan. Analis juga menyatakan jatuhnya indeks bukanlah suatu hal yang mengejutkan usai tiga bulan reli.
Sedangkan ekonom mengharapkan ada sedikit peningkatan pada indeks New York Fed's Empire State, namun hasil survei memperlihatkan sektor pabrik menyusut tajam pada Juni ini dibanding bulan sebelumnya.
"Intinya adalah investor mulai membentuk 'V' terhadap pemulihan ekonomi," ujar Presiden of Alan B.Lancz &Associates Inc, Ohio, Alan Lancz. " Bukan hanya dari segi harga (saham), tapi ada situasi lain. Itulah yang membuat investor kawatir dalam jangka pendek," ujarnya.
Saham-saham manufaktur rontok, termasuk 3M yang jatuh 2,8% ke US$ 59,31, sedangkan Caterpillar menurun 4,3% ke US$ 36,12.
Harga komoditas dan dolar AS bergerak berlawanan, gain dalam dolar AS membuat minyak lebih mahal dibanding komoditas lainnya. Saham Chevron turun 2,2% ke US$ 71,08 dan indeks S&P Energy turun 2,3%.
Namun harga minyak dan komoditas yang mulai mengalami perbaikan, dikawatirkan malah akan merontokkan pemulihan ekonomi. Biaya energi yang tinggi akan menggerus belanja konsumen dan keuntungan perusahaan.
Sentimen positif berupa rating Gooldman Sachs terhadap Wal-Mart Stores Inc, dari netral menjadi beli, tidak cukup kuat untuk menjadi katalis agar indeks bergerak naik.
Wal-Mart, komponen Dow, jatuh 2,8% ke US$ 48,46 dan merupakan salah satu saham bluechip Dow yang turun tajam. Sedangkan indeks S&P ritel turun 1,4%.
Pada penutupan perdagangan awal pekan di AS, Dow Jones melemah 187,13 poin (2,13%) ke 8.612,13, S&P 500 turun 22,49 poin (2,38%) ke 923,72, dan Nasdaq turun 42,42 poin (2,28%) ke 1.816,38. [mre/cms]