INILAH.COM, Jakarta - PT Northstar Pacific Indonesia dan Amstelco menjajaki kerja sama dengan tiga pemerintah daerah di Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk mendanai pembelian 10% saham PT Newmont Nusa Tenggara senilai total US$ 391 juta atau sekitar Rp 4,1 triliun.
Hal itu diungkapkan Kepala Bagian Humas dan Protokok Pemprov NTB, Andy Hadianto di Mataram kemarin. "Northstar dan Amstelco siap menjadi mitra Pemda dalam mengelola 10% saham Newmont untuk keuntungan kedua pihak," katanya.
Rencana tersebut sudah dipresentasikan di hadapan para pejabat Pemprov NTB, Pemkab Sumbawa Barat, Pemkab Sumbawa. Dalam presentasi itu terungkap kalau Northstar ingin membeli saham Newmont kepada wakil 3 pemda di Mataram, dua pekan lalu. Sementara Amstelco mengajukan proposal kerja sama di hadapan wakil dari ketiga pemda di Mataram, Jumat lalu.
Dengan pinangan dari kedua perusahaan tersebut ketiga pemda belum memberikan tanggapan. Saat ini sikap pemda hanya mendengarkan presentasi, memperdalam minat dan mendalami profil kedua perusahaan tersebut.
Soal Northstar, publik sering mendengar sebagai perusahaan investasi keuangan milik Patrick Walujo, menantu pengusaha Theodero P Rachmat , mantan presiden direktur PT Astra International Tbk. Nortstar merupakan perpanjangan tangan Texas Pacific Group, raksasa investasi dari AS.
Sedangkan Amstelco belum terlalu akrab di telinga publik. Perusahaan ini merupakan perusahaan investasi yang barbasis di Inggris yang fokus pada sektor sumber daya alam, migas dan pertambangan. Selama ini Amstelco lebih fokus melakukan investasi di wilayah Asia.
Dalam rencana pembelian saham Newmont, pemda tidak ingin membebani APBD. Dalam pembagian keuntungan maka Pemda akan membagi keuntungan dari dividen yang diterima konsorsium dari akuisisi 10% saham Newmont. Pemda tetap akan mempertahankan porsi dividen terbesar dari saham 10% tersebut. Jadi mekanisme pembagiannya adalah 70% untuk pemda dan 30% untuk mitra strategis.
Rencananya, calon mitra strategis ketiga pemda ini akan bergabung dalam perusahaan daerah bernama PT Daerah Maju Bersaing (DMB) yang berdiri sejak 18 Mei 2009. Perusda ini akan membeli 10% sham Newmont periode divestasi 2006 sebesar US$ 109 juta dan divestasi 2007 sebesar US$ 282 juta. Jadi sebanyak 4% saham DMB dimiliki oleh Pemprov NTB, 4% oleh Pemkab Sumbawa Barat dan 2% dimiliki oleh Pemkab Sumbawa.[*/hid]